Headline

Dua Pekan Dirawat, PMI Asal Banyumas Meninggal Dunia

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Setelah dua pekan di Rawat di tanah air, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Shinta Danuar (26) menghembuskan n...

Puskesmas Kutasari Gelar Sosialisasi Orang Dengan Gangguan Jiwa

 

PURBALINGGA (wartamerdeka.info) - Kegiatan Sosialisasi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dengan narasumber dr. Fahmi. Sp.kj telah dilaksanakan. Acara yang bertempat di aula Puskesmas Kutasari ini dilaksanakan pada hari Rabu 28 Nopember 2018.

Hadir dalam kegiatan itu Ipda E. Sugeng mewakili Kapolsek Kutasari, Pelda Dwi Bagus mewakili Danramil 04 Kutasari, Kader kesehatan masing-masing desa se Kecamatan Kutasari, Perangkat Desa se Kecamatan Kutasari dan Keluarga Pasien sakit jiwa yang ada di Kecamatan Kutasari.

Dalam sambutannya Kepala Puskemas Kutasari  yang diwakili oleh dr. Laras menyampaikan, pasien sakit jiwa rata-rata mendapatkan kurang perhatian dari keluarga maupun lingkungan. Padahal sebenarnya Pengobatan sakit jiwa tidah hanya dilakukan dgn cara Medias, tetapi juga harus didukung dengan psikologis dukungan dari keluarga dan lingkungan dan sangat dubutuhkan oleh Pasien sakit Jiwa."Kecuali untuk pasien yg membahayakan keselamatan lingkungan dan Masy sekitar diperlukan penanganan khusus," terangnya.

Dalam kesempatan itu, narasumber dr. Mohammad Fahmi Irwansyah Sp. Kj. Mkes menyampaikan inti dari sosialisasi tersebut antara lain yang pertama, Pembagian Zonasi tuk Pasien Sakit Jiwa Untuk Wil Purbalingga dan sebagian Wilayah Banyumas Timur, Banjarnegara barat dan Pemalang selatan. Wilayah tersebut masuk Zonasi di RSUD Purbalingga dan Klinik Mustajab Bukanel.

Kemudian yang kedua, waspada terhadap pasien sakit jiwa gaduh gelisah, jauhkan pasien dari benda tajam dan jika Perlu di ikat. Konsultasikan segera dengan pihak RSUD Purbalingga atau Klinik Mustajab untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Lalu yang ketiga, peran serta keluarga dan lingkungan sangat besar untuk kesembuhan pasien, lakukan pengobatan dan kontrol secara rutin. Untuk pengobatan sudah bisa menggunakan BPJS untuk jangka Waktu Pengobatan 7 hari rawat inap. 

Keempat, konsultasikan segera jika di lingkungan sekitar ada gejala dan tanda-tanda pasien sakit jiwa.

Dilain kesempatan, Danramil 04/Kutasari yang diwakili oleh Ba TUUD Pelda Dwi bagus menghimbau kepada seluruh peserta sosialisasi agar meningkatkan hidup sehat secara kontruktif pada kenyataan. "Kenali jati diri kita dan apabila menemukan atau bisa dilihat dari ciri-ciri orang mengalami gangguan jiwa atau berperilaku tidak sesuai dengan kebiasaan, segera dilakukan atau minimal melaporkan kepada yang berwenang atau dinas Puskesmas setempat," jelasnya. (Pendim 0702/Pbg).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puskesmas Kutasari Gelar Sosialisasi Orang Dengan Gangguan Jiwa"

Posting Komentar