BREAKING NEWS

Prof Dr OC Kaligis: Rekomendasi Ombudsman Dimanfaatkan Jaksa Melindungi Novel Baswedan

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Surat rekomendasi Ombudsman RI Nomor REK.009/0425/XII/2015 yang diajukan para Tergugat Kejaksaan Agung RI ...

Incinarator Pengolah Limbah Berbahaya Beracun DPLH Sulsel Jadi Rujukan Provinsi Sumbar Dan Kota Padang

Kadis Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan (PLH Sulsel) Andi Hasdullah sedang memaparkan soal pengelolaan incinarator pembakaran  limbah layanan medis bahan berbahaya dan beracum yang dikelola oleh UPT LB3 DPLH Sulsel.

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Kadis Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan (PLH Sulsel) Andi Hasdullah,  Selasa (04/02/2020) menerima rombongan pejabat Pemprov Sumatera Barat yang dipimpin oleh Asisten 2 dan Kadis Lingkungan Hidup (LH), di ruangan Baruga Lounge,

Rombongan dari Sumbar ini hendak melakukan studi tiru pengelolaan incinarator pembakaran  limbah layanan medis bahan berbahaya dan beracum yang dikelola oleh UPT LB3 DPLH Sulsel.

Pada kesempatan itu,  dilakukan ekpose pengelolaan incinarator pembakaran  limbah layanan medis bahan berbahaya dan beracum yang dikelola oleh upt LB3 DPLH Sulsel, diskusi dan tanya jawab. Kemudian rombongan melakukan kunjungan ke lokasi incinarator di PT Kima Makassar.

Dalam penerimaan itu Hasdullah menjelaskan bahwa incinarator milik DPLH Sulsel adalah hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2017 sebagai pilot project untuk memberikan solusi pengolahan limbah B3 medis yang ada di Sulsel, khususnya Kota Makassar yang diestimasi produksi LB3-nya, lima sampai delapan ton perhari.


Produk LB3 ini cukup besar, sehingga diperlukan pengelolaan yang tertib sehingga limbah medis dapat terkendali dan tak mencemari lingkungan.

Penjelasan mulai dari penyedian areal, kajian amdal, izin lingkungan dan izin operasional  termasuk dukungan SDM, yang semuanya itu dievaluasi kelayakannya dari KLHK pusat, sampai pada penjelasan sop pengoperasian incinarator.

"Incinarotor kita saat ini memiliki kapasitas pengolahan 2.4 Ton per hari,  terus kita dorong  kerjasama seluruh rumah sakit dan transporter LB3 untuk memanfaatkan incinator milik DPLH Sulsel dalam optimalisasi pengolahan LB3 tersebut," ujar Kadis PLH Sulsel yang disapa AH.

Pemrov Sumbar memberi apresiasi dan salute atas berbagai informasi yang telah diberikan secara komprehensif.

"Kami berharap Kota Padang juga bisa memiliki incinarator sama dengan Pemprov Sulsel," sebut kadis LH prov Sumbar Ibu Ica. (A)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Incinarator Pengolah Limbah Berbahaya Beracun DPLH Sulsel Jadi Rujukan Provinsi Sumbar Dan Kota Padang"

Posting Komentar