TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Terkait Virus Corona, Pemkab Kobar Tingkatkan Kewaspadaan


KOBAR (wartamerdeka.info) - Wabah virus corona atau covid 19 kini juga menghantui warga masyarakat Kotawaringin Barat.

Nurdin, warga  Pangkalan Bun mengakui saat ini dirinya merasa was was, maka untuk antisipasi itu dirinya dan keluarga selalu meminum jamu tradisional yang dibikin oleh neneknya.

Sementara Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah terus berupaya melakukan pencegahan, baik melalui koordinasi  di jajaran dinasnya maupun dengan pihak terkait lainnya.

Senin kemarin (16/3/2 usai acara rapat koordinasi  di ruangan aula Bupati Kotawaringin Barat, awak media langsung mengkonfirmasi kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat Acmad Rois mengatakan, hari ini pihaknya bersama ibu Bupati Hj Nurhidayah melakukan rapat koordinasi terkait virus corono atau covid 19.

Dikatannya, ini merupakan rapat kedua yang pada intinya adala upaya mengambil langkah langkah percepatan penanganan virus Corona.

Langkah langkah percepatan penanganan virus Corona ini akan dituangkan dalam satu  dukumen tertulis  dalam surat edaran yang ditanda tangani oleh bupati Kobar.

"Saat ini kita harus ada pembatasan,  penambahan fasilitas cuci tangan di  tempat umum dan menunda atau membatalkan kegiatan kegiatan pengumpulan massa

"Itu semuanya akan dituangkan dalam dukumen, termasyk lingkungan keeja dan aturan kerja" ujarnya.

Sementara terkait penyebaran virus corona masih belum ada yang positip di Kobar, tetapi pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. (Taufik Hidayat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama