Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Demam Berdarah Jadi Ancaman Di Kota Tasikmalaya, Sudah 16 Orang Meninggal


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di KotaTasikmalaya meningkat drastis sejak beberapa bulan ini.  Sekarang telah mencapai 598 orang dan meninggal 16 orang, dari bulan Januari sampai bulan Juni 2020.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, hari ini.

Menurutnya, kasus DBD ini terjadi di 69 kelurahan dari 10 kecamatan.

Kasus DBD yang terjadi ini menyerang semua umur, mulai dari balita, orang dewasa dan orang tua.

"Kasus DBD ini paling banyak di Kecamatan Kawalu dengan jumlah 5 orang, Cipedes 3 orang meninggal, Purbaratu 2 orang, Tawang 1, Cihideung 2, Bungursari 2, Indihiang 1 dan untuk kecamatan Cibeureum dan Tamansari hanya terdapat kasusnya saja," tambah Suryaningsih.

Kadis kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat saat ditemui di kantornya,  mengungkapkan bahwa  pemerintah daerah terus berupaya bersama-sama menggalakkan PSN di setiap wilayah endemis.

Tetapi masyarakat harus tetap meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa.

"Kebersihkan lingkungan harus tetap dilakukan karena itu sangat penting, seperti menguras bak mandi, menutup lubang, menimbun dan membuang barang tak terpakai," demikian kata Uus kepada Wartawan, Senin (22/6/2020). (H. Adam)

Posting Komentar untuk "Demam Berdarah Jadi Ancaman Di Kota Tasikmalaya, Sudah 16 Orang Meninggal"