Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Penempelan Kertas Di Pintu Kantor Kelurahan Brondong, Ekspresi Ketidakpuasan Warga


Oleh: W. Masykar

Kejadian menarik sekaligus bikin "gemes" dilakukan oleh sejumlah warga di kelurahan Brondong, kecamatan Brondong, Lamongan, Sabtu malam ( 30/5).

Beberapa warga mendatangi kantor kelurahan guna memasang (menempelkan) lembaran bekas kardus di pintu masuk ruang Lurah. Tindakan tersebut, meski sepintas sangat mengagetkan bahkan bikin geram. Namun, terdapat unsur "gemes"nya disana. Keberanian mereka menempel kertas itu, sesungguhnya tidak dilandasi adanya unsur kebencian atau merendahkan pihak perangkat kelurahan.

Sehingga, perilaku mereka belumlah disebut kriminal dan harus dipidanakan. Sejumlah warga yang menggunakan kertas kardus dengan ditulise rangkaian kata tersebut adalah sebuah ekspresi dari kebuntuan saluran komunikasi saja.

Perilaku mereka itu, juga tidak dapat dikategorikan perbuatan menghina atau meremehkan kantor kelurahan.

Ada dua lembar bekas kardus yang ditulis kalimat seperti ini:

"Jare Presiden Rakyat dapat hak yang sama," dan "Corona tidak mandang kaya atau miskin, kenapa ya yang dapat bantuan hanya orang tertentu saja."

Dari kalimat tersebut, warga ingin menyampaikan pesan, mungkin menilai tak ada saluran sehingga harus menggunakan kertas ala kadarnya dan ditempel di pintu kantor kelurahan.

Kenapa dipintu? Kenapa tidak ditempel di pagar depan atau dinding depan? Sebab pesannya jelas, agar pesan itu bisa dibaca langsung Lurah. Warga tidak butuh itu dibaca khalayak umum, warga yang datang dengan tujuan menempel itu, tujuannya jelas, butuh penjelasan.

Toh, kalimat itu sangat normatif. Apalagi, tanpa ada perusakan dan kekerasan. Harusnya, ini menjadi bagian dari evaluasi secara keseluruhan oleh pihak kelurahan. Dan jangan disambut dengan rasa marah dan benci. Apalagi, harus dilaporkan ke polisi. Sebab, hak menyampaikan pendapat sangat dilindungi undang undang. Kalau pun kesalahan itu, karena dilakukan pada malam hari, toh kantor tidak ada pintu gerbangnya, dan sudah biasa warga main di kantor jam berapapun.

Maka, langkah bijak adalah memberi penjelasan secara utuh dan apa adanya, menjalin hubungan komunikasi dengan mereka secara baik. Setiap program pemerintah harus disampaikan ke warga secara gamblang, dan jangan jenuh jika ada warga yang butuh penjelasan secara tuntas.

Posting Komentar untuk "Penempelan Kertas Di Pintu Kantor Kelurahan Brondong, Ekspresi Ketidakpuasan Warga"