Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


 

Kuasa Hukum Sholihin Kalla Berharap KPK Panggil Danny Pomanto Karena Memfitnah KPK Bisa Disetir JK

Kuasa Hukum Sholihin Kalla (putra mantan Wapres Jusuf Kalla), Dr Yusuf Gunco SH, MH 

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Kuasa Hukum Sholihin Kalla (putra mantan Wapres Jusuf Kalla), Dr Yusuf Gunco SH, MH  berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menyikapi tudingan dalam rekaman suara Danny Pomanto. Pasalnya, dalam rekaman tersebut Danny Pomanto merusak nama baik institusi KPK, dengan tudingan bahwa KPK seolah-olah bisa dikendalikan JK.

"Saya sangat berharap karena yang dominan disebut disini adalah institusi KPK. KPK saya harap turun tangan memanggil Danny, karena ini persoalan nama baik institusi, karena dianggap tidak independen," ujarnya, dalam wawancara dengan  wartamerdeka, hari ini.

Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto sendiri telah resmi dilaporkan oleh keluarga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (yakni Solihin Kala) ke Polda Sulsel terkait dugaan pencemaran nama baik, kemarin.

Yusuf Gunco mengatakan bahwa keluarga besar Jusuf Kalla sangat keberatan dengan rekaman yang diduga suara Danny Pomanto tersebut.

"Kita sudah melaporkan rekaman yang mirip suara Danny Pomanto itu dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik mantan wakil presiden RI dua periode Jusuf Kalla," tegasnya.

Selanjutnya kata Yusuf Gunco, Sholihin Kalla mewakili keluarga Jusuf Kalla sudah memberikan keterangan di Polda Sulsel sebagai  Saksi Korban.

"Insya Allah besok pak Jusuf Kalla akan diambil keterangannya juga di Mabes Polri sebagai saksi korban, penyidik Mabes Polri yang mengambil keterangannya," katanya.

Yusuf Gunco juga menuturkan bahwa tahapan pelaporan sementara berproses dan diharapkan segera ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Proses sudah berjalan, mungkin lusa atau Selasa akan dipanggil saksi yang merekam, karena bukti video dan rekaman itu sudah diambil oleh Polda. Kemudian tanggal 9 atau 10 mungkin terlapor akan dipanggil. Terlapor ini (DP) sudah ada pengakuan bahwa rekaman suara itu (miliknya)," terangnya.

Yusuf Gunco juga menegaskan bahwa dalam kasus ini, tidak ada hubungannya sama sekali dengan perhelatan politik Pilkada di Makassar. Sehingga, ia berharap proses hukum tetap berjalan berdasarkan mekanisme yang ada.

"Kita tidak ada intrik Pilkada, tidak ada kaitan sama sekali. Dalam rekaman tersebut pak Danny tidak berbicara tentang pilkada, tapi sepak terjang pak JK sehubungan dengan penangkapan Menteri Kelautan. Di rekaman itu juga (diceritakan) ke depannya siapa yang akan jadi Presiden itu katanya Jusuf Kalla yang atur, KPK juga katanya bisa diatur oleh pak JK, itu katanya Dany," tegasnya.

"Dia  (Danny) berbicara tentang Anies Baswedan, Prabowo Subianto, kasian ini negara seorang Danny Pomanto berdasarkan pengakuannya dia punya suara berbicara tentang ini. Tidak ada hubungannya Pak JK dengan Pilkada di Makassar, ini tokoh nasional, pak JK di Sulawesi Selatan ini kita anggap sebagai orang tua kita, kita harus bersyukur seorang JK bisa dua kali jadi wapres. Beliau kebanggaan warga sulsel," jelasnya.

Pelaporan ini buntut dari rekaman suara berudrasi 1 menit 58 detik yang diduga pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, mantan walikota Makassar itu menuding Jusuf Kalla adalah otak di balik penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. 

"Kepada seluruh masyarakat, jangan pilih tukang fitnah!," kata Danny pada video pembukaan. 

Bukan kalimat pembuka itu yang menghentak perhatian publik. 

Justru rekaman yang diduga suara Danny Pomanto yang menurut video tersebut berlokasi di Jalan Amirullah (kediaman Danny Pomanto di Makassar), pada 27 November 2020, yang mengerutkan dahi seantero negeri. 

Ya, dari rekaman itu, suara percakapan yang diduga Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini. 

Sebut saja Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa tangkap tangan Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan. 

Setelahnya, suara yang diduga Danny Pomanto itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan itu erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan. 

"Kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel (Baswedan) yang tangkap berarti JK (Jusuf Kalla) - Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya di JK," katanya. 

Percakapan itu mengalir lebih dalam hingga menyinggung para penguasa negeri ini. Menurut suara yang diduga Danny, JK secara tersirat telah menyerang Prabowo. 

Dan membenturkannya dengan Presiden Jokowi. Pasalnya, Prabowo yang merupakan Ketum Gerindra dan Edhy sebagai Waketum Gerindra disebut telah mengkhianati kepercayaan presiden. 

"Artinya dia sudah menyerang Prabowo. Yang kedua nanti seolah-olah Pak Jokowi yang suruh, akhirnya Prabowo dan Jokowi baku tabrak. Ini kan politik," tuturnya lagi. 

Menurutnya, dengan ramainya pemberitaan terkait penangkapan Edhy selepas lawatannya dari Amerika dalam kasus suap benih lobster, isu bahwa JK merupakan aktor di balik kepulangan Rizieq Shihab pun perlahan menguap. 

"Kemudian mengalihkan (isu) Habib Rizieq. Ini mau digeser JK dan Habib Rizieq. Karena JK yang paling diuntungkan dengan tertangkapnya Edhy Prabowo. Coba siapa yang paling diuntungkan. JK lagi dihantam, beralih ke Edhy Prabowo kan," ujar rekaman yang begitu identik dengan suara Danny Pomanto itu. 

"Kemudian Prabowo yang turun karena dianggap bahwa korupsi pale disini, calon presiden to. Berarti Anies dan JK yang diuntungkan. Kemudian (Prabowo) mengkhianati Jokowi. Jadi yang paling untung ini JK. Begitu memang chaplin. Jago memang mainnya. Tapi kalau kita hapal, apa yang dia mau main ini," tegasnya kemudian.

Atas fitnah tersebut, Solihin Kalla, putra JK  telah melaporkan Danny Pomanto ke Ditreskrimsus Polda Sulsel.

"Kami putra-putri Jusuf Kalla sangat keberatan dengan fitnah keji yang dituduhkan kepada orang tua kami dalam rekaman yang diduga suara Danny Pomanto," ungkap Solihin Kalla, putra JK, kemarin. 



Posting Komentar untuk "Kuasa Hukum Sholihin Kalla Berharap KPK Panggil Danny Pomanto Karena Memfitnah KPK Bisa Disetir JK"