Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642 Gagalkan Penyelundupan Satwa Ilegal


SANGGAU (wartamerdeks.info) -  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa secara ilegal, ketika melakukan patroli dan ambush (patroli pengendapan) di Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) Sektor Pos Segumun, Dusun Segumun, Kec. Sekayam, Kab. Sanggu, Kalbar.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa upaya mencegah peredaran barang-barang ilegal masuk ke wilayah Indonesia yang dilakukan anggota Satgas Yonif 642 kembali membuahkan hasil setelah personel Satgas Pos Segumun, pada Jumat (25/12/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB melakukan patroli di wilayah perbatasan.

“Satgas mengamankan 50 ekor burung jenis Kacer pada saat anggota Pos Segumun melaksanakan ambush di jalan JIPP sektor wilayah yang dipimpin oleh Serda Oji Kharisma bersama tiga orang anggota lainnya,” ungkapnya.

Dansatgas juga mengatakan bahwa satwa ilegal berupa burung jenis Kacer tersebut diamankan ketika anggota Satgas Yonif 642 melihat dua orang keluar dari jalan tikus kemudian hendak masuk ke JIPP. Namun saat dikejar, pelaku berlari ke arah Malaysia dengan meninggalkan barang bawaannya berupa burung jenis Kacer.

“Barang bukti berupa 50 ekor burung jenis Kacer selanjutnya dibawa ke Pos Kotis Entikong untuk diamankan dan kemudian diserahkan kepada pihak Stasiun Karantina Pertanian dan Hewan Entikong,” ujarnya.

Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, mendekati pergantian tahun seperti ini biasanya kegiatan ilegal di perbatasan RI-Malaysia semakin meningkat. “Satgas akan terus konsisten untuk meningkatkan pengawasan dengan melaksanakan kegiatan patroli dan ambush di jalur-jalur yang diwaspadai sebagai jalur keluar masuknya barang ilegal,” tutupnya. (Pen Satgas Yonif 642).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama