Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Luangkan Waktu Bermain, Anak Nafri Kunjungi Pos Satgas 413 Kostrad Untuk Belajar

JAYAPURA (wartamerdeka.info) - Meluangkan waktu bermainnya, anak-anak di Kampung Nafri Distrik Abepura Kota Jayapura mengunjungi Pos Nafri Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad untuk belajar bersama dalam menjaga dan meningkatkan pelajaran yang mereka terima dari sekolah formal.

Hal tersebut dibenarkan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Selasa (09/02/2021).

Dansatgas mengapresiasi minat dan motivasi anak-anak Kampung Nafri untuk belajar di Pos Satgas. “Saya bangga dan apresiasi kepada anak-anak Nafri yang mengorbankan waktu bermainnya untuk belajar bersama-sama di Pos, semoga ilmu yang diberikan kepada mereka akan bermanfaat bagi bekal untuk mencapai cita-citanya,” ujarnya.

Sementara itu, Serka Agung Prayogo yang menjabat sebagai Komandan Pos Nafri menyebutkan bahwa setiap sore hari anak-anak di Kampung Nafri mengunjungi Posnya untuk bermain dan belajar. “Ya, mereka setiap hari datang ke Pos untuk belajar, sesekali kita ajak bernyanyi bersama. Puji syukur dengan kehadiran mereka, kami disini tidak merasa sepi, beberapa anggota yang rindu kepada buah hatinya sedikit terobati saat anak-anak Nafri ini main di Pos,” ucapnya.

“Sebagaimana diketahui bahwa sekolah formal di Kampung ini belum sepenuhnya masuk secara normal, terkadang mereka hanya belajar tiga kali dalam seminggu, sehingga kami anggap perlu untuk mengajar mereka di Pos agar pengetahuannya tetap terjaga bahkan meningkat,” tambahnya.

Namun hal itu bukan menjadi halangan anak-anak Nafri untuk tetap belajar menimba ilmu demi masa depannya yang mereka idamkan. Bahkan salah satu anak bernama Yerem (8) mengungkapkan bahwa ia begitu senang dan bersemangat belajar di Pos. “Saya senang belajar di Pos Abang Satgas, karna sa tetap bisa bermain deng teman-teman. Abang-abang juga sering kasih tong gula-gula jadi tong belajar semangat,” kata Yerem senang yang sering mendapatkan hadiah permen saat belajar di Pos. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama