Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


Bupati Nelson: Ke Depan, Pemkab Gorontalo Orientasinya Perkebunan

Bupati Nelson saat mengunjungi petani pembuat gula aren

KAB GORONTALO (wartamerdeka.info) - Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo mengatakan, orientasi kedepan, Pemkab Gorontalo terus mengembangkan tanaman pangan. Alhamndulillah, tanaman jagung di sector pertanian seperti padi termasuk sector yang sukses di daerah ini. Tak hanya mendorong sector pertanian, namun Bupati dua periode itu mengatakan, pemkab Gorontalo juga mendorong komoditi perkebunan. 

Komoditi perkebunan menurut Nelson, banyak keunggulan dan manfaatnya. Pertama, dari sisi harga ekonomi bagus. Disisi lain, secara ekologi juga tidak mudah rusak tapi justru berkelanjutan. 

“Komoditi-komoditi ini, semua menjadi unggulan kita yang bermanfaat bahkan menjadi komoditi ekspor,” beber Nelson, saat disambangi seusai melihat langsung pembuatan pengolahan gula aren di desa Dulamayo Selatan, pekan kemarin.

Lanjut Nelson,  komoditi kelapa pun sangat menjanjikan hasilnya karena terus berkembang. Hari ini, kata dia, kita punya banyak kelapa dan di daerah ini sudah ada pabriknya. 

Alumnus Fakultas Pertanian di Unsrat Manado itu menjelaskan, Pemkab Gorontalo juga mendorong tanaman kopi. Kopi juga bukan hanya untuk komsumsi disini tapi juga untuk komoditu eksport. 

“Apalagi penikmat kopi diseluruh dunia sangat luar biasa,” ujar Nelson.

Kemudian juga soal tanaman aren yang potensinya di Gorontalo sangat besar dan ini menyerap air. Kita ingin menanam pohon aren daerah-daerah lembah. Kita ingin, haram menjadi halal.

“Haram karena dibuat menjadi captikus dan lain-lain sehingga bagaimana ini menjadi halal melalui gula aren,” ungkap Nelson.

Gula aren prospek pasarnya sangat luar biasa, ini yang akan kita kembangkan di daerah lembah termasuk juga tanaman pala sesuai kondisi di lapangan.

“Intinya orientasi ke depan perkebunan,” tandasnya. 

Posting Komentar untuk "Bupati Nelson: Ke Depan, Pemkab Gorontalo Orientasinya Perkebunan"