Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

 


 


Tanggapi Kritik BEM Unmul Terhadap Wapres, Zainuddin Maliki: Agar Polri Lihat Surat Telegram Kapolri

Zainuddin Maliki, Anggota Komisi X DPR RI

Oleh: W. Masykar

Presiden BEM Unmul Abdul Muhammad Rachim di panggil aparat kepolisian. Pemanggilan itu, buntut unggahan BEM Unmul lewat media sosial yang menyebut Wapres Ma'ruf Amin sebagai Patung Istana.

Melalui unggahan di Instagramnya, BEM Unmul menulis "Kaltim Berduka - Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda" ada foto Ma'ruf Amin. Poster itu diunggah bersamaan kunjungan Wapres ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 2 November 2021 lalu. 

Menanggapi hal tersebut, Zainuddin Maliki, Anggota Komisi X DPR RI, meminta aparat tidak  berlebihan dalam menanggapi kritik yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, yang menyebut Wapres Ma'ruf Amin sebagai Patung Istana Merdeka. 

Anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, mengingatkan agar Polri lebih dulu melihat Surat Telegram Kapolri terkait penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik. Menurut dia, surat telegram itu, mestinya bisa menjadi pedoman agar kasus BEM Unmul ditangani secara proporsional dan profesional. 

"Intinya Pak Kapolri itu kan, untuk tidak berlebihan anak buahnya dalam menyikapi kritik-kritik seperti itu," kata Zainuddin, Rabu (10/11/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan Surat Telegram yang isinya perintah kepada seluruh Kapolda untuk membina anggotanya agar tidak bersikap arogan dan melakukan kekerasan kepada masyarakat saat menjalankan tugas.

Instruksi Kapolri tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/2162/X/HUK.2.8/2021 tertanggal 18 Oktober 2021 yang ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Wakil rakyat dari Dapil Lamongan-Gresik ini,  juga meminta agar aparat kepolisian bisa belajar dari kritik yang diterima Presiden Joko Widodo. Meski kritik yang diterima lebih keras, Jokowi tetap proporsional menyikapi hal itu. Soal kritik, ia juga meminta agar aparat belajar dari sayembara mural Kapolri.

"Jadi poinnya itu aja. Gunakan STR Pak Kapolri sebagai pedoman dalam menyikapi kritik masyarakat terhadap pemimpin," katanya.

Menurut Zainuddin Maliki, kritik BEM Unmul kepada Ma'ruf tak lebih dari harapan masyarakat terhadap pemimpin. Lewat kritik itu, dia bilang, masyarakat ingin pemerintah memberi kinerja yang lebih baik.

"Itu saya kira pesan, substansi yang diinginkan oleh mahasiswa itu. Pemimpin kita, tunjukkan kinerja yang bagus sehingga bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat," ungkap dia.(*)

Posting Komentar untuk "Tanggapi Kritik BEM Unmul Terhadap Wapres, Zainuddin Maliki: Agar Polri Lihat Surat Telegram Kapolri"