Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Revitalisasi Pasar Pondok Gede Terkatung-katung



Oleh: Aris Kuncoro


Bekasi-
Pembangunan/revitalisasi Pasar Pondok Gede Kota Bekasi sampai sekarang masih terkatung-katung. Sehingga pasar yang pernah kebakaran itu makin terlihat kumuh. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, setiap hari ada genangan air yang makin menambah kekumuhan.

Pihak pengembang yang rencananya akan membangun proyek revitalisasi pasar tersebut mengemukakan bahwa pihaknya belum bisa melaksanakan pembangunan karena sampai sekarang masih ada sejumlah pedagang lama yang belum bersedia bekerjasama.

‘’Kami juga tak ingin pembangunan pasar tersebut terbengkelai. Ini persoalannya bukan karena kami tidak siap, tapi karena masih ada sejumlah pedagang lama yang menolak rencana revitalisasi pasar tersebut,’’ujar pimpinan Cabang Bekasi PT Kitita, pengembang Pasar Pondok Gede, kemarin (8/2).

Menurut Troy, jika pembangunan pasar tersebut berlarut-larut, maka kerugian yang akan dialami oleh perusahaannya akan makin besar. Sakarang saja, katanya, kerugian yang harus diderita perusahaannya mencapai milyaran rupiah.

‘’Dampak lainnya, iklim investasi di Kota Bekasi pasti juga akan terganggu. Karena investor yang tadinya bergairah hendak menanamkan investasi ke Kota Bekasi pasti akan jadi ragu-ragu, karena tidak ada kepastian hukum yang melindungi investor,’’ujarnya.

Dikatakan, pihaknya sebenarnya sudah siap melaksanakan pembangunan/revitalisasi pasar Pondok Gede. Namun terkendala dengan sikap Pemerintah Kota Bekasi yang kurang tegas berkaitan dengan masalah yang terjadi seputar rencana tersebut. Mestinya, katanya lagi, Pemkot Bekasi berani mengambil langkah tegas untuk segera melakukan pembongkaran sisa-sisa pasar lama, agar revitalisasi pasar tersebut bisa segera terlaksana.

PT Kitita, selaku pengembang yang ditunjuk Pemkot Bekasi dalam proyek revitalisasi Pasar Gede tersebut, mendapat hak pengelolaan pasar tersebut selama 10 tahun, sejak selesainya pembangunan/revialisasi Pasar Pondok. Namun, sayangnya, sejak rencana revitalisasi pasar tersebut digulirkan dan disosialisikan pada 2003, hingga sekarang pelaksanaan pembangunan pasar tersebut tak kunjung bisa dilaksanakan.

‘’Padahal kami selalu siap untuk melakukan musyawarah dengan sejumlah pedagang lama yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Gede (FPPG), dengan dijembatani pihak Pemkot, namun pihak dari FPPG tak pernah hadir untuk duduk bersama melakukan musyawarah,’’tambah Troy.

Ditambahkannya, jumlah pedagang lama Pasar Gede, totalnya adalah 1.600 orang. Sekitar 700 pedagang di antaranya sudah mendaftar, yang berarti setuju dengan revitalisasi pasar tersebut, sedang sisanya belum setuju. Ke- 700 pedagang yang setuju terhadap revitalisasi pasar tersebut, bergabung dalam Ikatan Warga Pedagang Pasar Pondok Gede (IWPP), sedangkan yang belum setuju membentuk organisasi Forum Pedagang Pondok Gede (FPPG).

Sementara itu Bahrun, dari PT Cahaya Karta Buana yang memenangkan tender untuk melakukan pembongkaran Pasar Pondok Gede juga mengeluhkan, kurangnya dukungan dari pihak Pemkot Bekasi terhadap upaya pembongkaran pasar tersebut.

‘’Setiap kali kami mau begerak untuk melakukan tugas melakukan pembongkaran selalu gagal, karena selalu dihadang pihak pedagang yang belum setuju. Dan sayangnya, pihak Pemkot tak berupaya untuk bertindak tegas. Padahal ini semua kan untuk kepentingan umum,’’ujarnya.


Keterangan Foto: Troy, pimpinan Cabang Bekasi PT Kitita, pengembang Pasar Pondok Gede


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...