Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Oktober Masa Tanam I tahun 2010, Petani Diharapkan Bercocok Tanam Sesuai Jenis Lahan

REMBANG-Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang memprediksi bulan Oktober mendatang masuk musim tanam pertama. Petani diharapkan mempersiapkan lahan, memilih tata cara tanam sesuai dengan area pertanian yang dimiliki.

Mengutip prakiraan cuaca yang dikirim Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah di Semarang, Sutomo menyampaikan bulan Oktober sudah masuk musim hujan, bahkan curah hujan di Rembang masuk dalam kategori di atas normal, lebih dari 150 milimeter. Oleh karena itu Sutomo memghimbau agar para petani yang memiliki lahan tegalan bercocok tanam model gogo rancah. Sedangkan untuk lahan persawahan menanam padi dengan benih.

Sutomo menambahkan, Dinas Pertanian dan Kehutanan akan menyalurkan bantuan bibit padi hibrida untuk 750 hektare lahan pertanian pada musim tanam pertama. Juga akan disalurkan bantuan bibit padi varietas unggul jenis Serang dan IR-64 untuk 5.000 hektare lahan pertanian. Dibagikan kepada sejumlah kelompok tani penerma alokasi bantuan tahun 2010.

Ditegaskan, tidak semua kelompok tani memperoleh bantuan bibit karena yang sebelumnya telah memperoleh maka tidak akan memperoleh bantuan lagi di tahun ini.

Menurut data di Dintanhut Rembang, produksi padi tahun ini periode Januari-Agustus mencapai 210.000 ton. Naik sedikit dibanding produksi periode sama tahun lalu, sejumlah 200.000 ton. (hasan/sukirno)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama