// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Citarum Meluap,Banjir Melanda Lagi di Gembong

BEKASI-Banjir yang diakibat luapan Sungai Citarum sudah berlangsung satu bulan ini  membuat warga Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi menderita kerugian miliaran rupiah. Pasalnya, banjir tersebut telah merusak ratusan hektar tanaman padi dan ribuan hektar tambak udang dan bandeng.

Arif Maulana, Kepala Desa Jaya Sakti, Kecamatan Mauara Gembong yang dihubungi, 
Minggu (1/11) mengatakan, di Desa Jaya Sakti saja banjir sudah menegelamkan sekitar 400 hektar tambak berlokasi di Kampung Belacan sehingga mengakibatkan ikan bandeng yang sedianya akan dipanen menjelang lebaran haji kini lenyap diterpa luapan banjir dari Sungai Citarum. "Masyarakat saya mengalami kerugian yang sangat besar akibat bencana ini, belum lagi tambak milik warga desa lainnya," ujar Arif Maulana.

Masih menurut Arif, bukan hanya petani tambak yang mengalami kerugian, petani  sawah juga rugi. karena padi mereka yang mulai menguning ikut terendam banjir  sehingga terpaksa dipanen sebelum waktunya walaupun hasilnya tidak maximal.

Akibat musibah banjir petani mengalami kerugian mencapai  miliaran rupiah. Tetapi kendati kini air mulai surut t petani masih mengalami  kesulitan untuk memperbaiki tambak maupun membeli benih bandeng atau udang. 

Untuk itu masyarakat Desa Jaya Sakti mengharapkan adanya bantuan modal dari  Pemkab Bekasi maupun dari Pemerintah Pusat untuk biaya memperbaiki tambak maupun  membeli benih padi. “Kami akan menunggu respon Pemerintah akibat musibah  yang  dialami masyarakat ini,” ucapnya.

Seperti yang dikatakan, dua petani tambak Jeni dan Rasidi, kalau kini petani di  Desa Jaya Sakti sangat menderita karena ikan bandeng dan udang yang sedianya  akan dipanen semua hanyut tersapu banjir. 

Hal yang sama juga diungkapkan Kades Pantai Bakti, Supriyatna, Senin (1/11). Dia  mengatakan penderitaan masyarakat Desa Pantai Bakti lebih parah dibandingkan  desa lain di Kecamatan Muara gembong untuk itu pihaknya memina agar Pemkab
Bekasi atau Pemerintah pusat segera membantu para petani terutama tanggul yang
nyaris jebol di tempat tersebut agar tak terjadi bencana lainnya seperti  kelaparan.Yoto 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama