Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Sarang Tuntut Perbaikan Puskesmas

REMBANG(wartamerdeka.com)-Di saat kesadaran warga Kecamatan Sarang semakin tinggi dalam masalah kesehatan, dibuktikan dengan kesediaan mereka untuk berobat ke Puskesmas setempat manakala tengah menderita satu penyakit, ternyata lingkungan tempat pelayanan kesehatan tersebut justru terlihat kurang representatif. Oleh karena itu warga berharap kepada pemerintah daerah agar segera dilakukan rehab atas tempat pelayanan publik itu.   

Salah satu tokoh masyarakat Desa Sendangmulyo Kec. Sarang, Sulistiyono, merasa sangat prihatin melihat kondisi fisik dan lingkungan sekitar puskesmas. Hampir 4 tahun terakhir tak ada perubahan sama sekali. “Khususnya ruang rawat inap, sudah tidak layak lagi untuk merawat paseien,” bebernya.

Ia tuturkan, halaman depan puskesmas sebagai wajah tempat pelayanan publik bidang kesehatan yang seharusnya terlihat bersih, namun justru sebaliknya, terlihat kumuh dan kotor. “Tentunya membuat pasien dan pengunjung menjadi tidak nyaman,” cetusnya.

Warga kecamatan Sarang pada umumnya, berharap Kepala Puskesmas agar mengusulkan dilakukannya rehab kepada SKPD terkait, agar pengunjung merasa nyaman ketika berobat atau dirawat di tempat tersebut. “Puskesmas Sarang jika dibandingkan dengan tempat serupa di kecamatan lain, kondisi fisiknya sangat jauh tertinggal. Terutama saat musim hujan, sangat memprihatinkan,” imbuh Sulis. .

Sementara itu saat Kepala UPT Puskesmas Sarang, Dr.Fuad dikonfirmasi, dia mengaku telah berulang kali mengusulkan agar dilakukan rehab atas bangunan dan lingkungan ke Dinas Kesehatan setempat. “Namun sampai kini belum  direalisasi,” tuturnya.

Sedangkan ketika Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Sutedjo, dikonfirmasi usai acara Musrenbangcam di pendopo Kecamatan Sarang, Selasa (22/2), mengatakan bila pihaknya telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan Puskesmas Sarang.  “Sepertinya belum bisa terealisasi tahun ini,” terangnya. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama