TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Penempelan Stiker Miskin Tunggu Hasil Verifikasi Tiap Desa

Badan Pelaksana (Bapel) JKRS, Sarwono

REMBANG(wartamerdeka.com)-Penempelan stiker/stikerisasi rumah warga miskin penerima Jaminan Keluarga Rembang Sehat (JKRS), menunggu hasil data tim verifikasi di seluruh desa. Stiker Miskin yang disiapkan sekira 59.000 lembar, sesuai jumlah peserta JKRS tahun 2011.

Badan Pelaksana (Bapel) JKRS, Sarwono, di Rembang, Selasa (22/2) menyebutkan, penempelan stiker akan dilaksanakan bulan Maret mendatang, karena sampai saat ini tim verifikasi masih terus melakukan validasi data. “Untuk itu pihak desa dimohon pro aktif membantu mensukseskan pemutakhiran data tersebut, khususnya menunujukkan warga yang benar-benar miskin agar program JKRS tepat sasaran,” sebutnya.

Menurut dia, Bapel hanya bertindak melaksanakan progam verifikasi dan validasi data, selebihnya terkait program JKRS menjadi kewenangan dinas/instansi terkait. “Data riil sangat penting nilainya, jika nanti ada temuan peserta tidak sesuai dengan sasaran, maka akan dicabut keikut sertaannya dalam program JKRS,” cetusnya.

Ia menambahkan, untuk warga miskin yang tidak terdaftar dalam JKRS, diimbau agar tidak khawatir, karena bisa berobat gratis dengan meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM), dengan memintanya ke aparatur desa. “Dengan catatan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, dipastikan akan memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Rembang Rohmat Isnaeni mengatakan, verifikasi data hendaknya secepatnya diselesaikan, sehingga stikerisasi miskin bisa segera terealisasi. “Komisi D akan memantau hasil stikerisasi, sehingga progam pengobatan gratis bisa berjalan tepat sasaran,” tegasnya. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama