Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Ensiklopedi Blora : Mengukir Sejarah Untuk Sejarah Blora

BLORA - Tanpa dibantu biaya oleh Pemerintah Kabupaten Blora, sekelompok anak muda Blora yang bernaung di Yayasan Bangga Blora nekat menerbitkan buku Ensiklopedi Blora yang menelan dana lebih dari Rp 3 miliar. Buku ensiklopedi yang terdiri 10 jilid ini mengupas semua tentang Blora, mulai dari sejarah, budaya, potensi alam hingga perekonomian setempat.

Direktur Yayasan Bangga Blora Hermawan Andi Pranantya mengatakan, penerbitan ensiklopedi ini berawal dari keinginan untuk mengukir sejarah buat tanah kelahirannya.

"Kami juga ingin memberikan sesuatu buat generasi Blora yang akan datang," katanya.

Pembuatan ensiklopedi ini telah dimulai sejak Januari 2010 silam, dan rencananya akan diluncurkan Juni mendatang.

"Pekerjaan ini murni tak berkaitan langsung dengan pemerintah, dalam hal ini bantuan dana. Tidak ada sama sekali. Murni dari donasi kami sendiri, tanpa ada pihak sponsor," tegas Hima, panggilan akrab Hermawan Andi Pranantya.

Cetakan buku ensiklopedi ini sendiri memang terkesan eksklusif. Dengan ukuran tinggi buku hampir 28 cm dan lebar lebih 23 cm, ensiklopedi ini dicetak setebal 160 halaman dengan kertas licin yang cukup tebal.

"Rencananya akan dijual melalui jaringan toko-toko buku dan souvenir. Juga akan kami tawarkan ke komunitas Blora di perantauan. Selain itu akan coba kami tawarkan ke pemerintah untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah," kata Hima.

Sepuluh jilid ensiklopedi terdiri: sejarah Blora dari masa ke masa; geografi, geologi dan wilayah administrasi; pemerintahan, sosial dan ekonomi; adat istiadat, agama dan kepercayaan lokal; arsitektur, cagar budaya dan toponim; pariwisata dan kuliner; seni, tradisi dan karya budaya tradisional; pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup; industri, pertambangan dan energi; serta tokoh, komunitas dan masyarakat.

"Awalnya kami rangkum dalam 6 jilid. Setelah adanya perkembangan data lapangan yang luas akhirnya kami jadikan 10 jilid," ujar Hima. (Gea)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...