Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Insentif Tak Diterima Penuh Perawat RSUD Rembang Protes

REMBANG - Perawat di RSUD Dr R Soetrasno Rembang mogok Administrasi hal tersebut dilakukan  sebagai bentuk protes terhadap manajemen. guna menyikapi dugaan penyunatan insentif yang harusnya mereka terima penuh.

Karena ada dugaan akan jumlah yang akan diterima berkurang dan juga , jumlah penerimaan  insentif yang diterima oleh perawat  lebih rendah dari sebelumnya. Sementara pihak rumah sakit berdalih ini imbas dari adanya perubahan kebijakan .
           
Selain itu di internal rumah sakit berhembus isyu ada kecemburuan antara tenaga perawat senior dan junior. Konon dengan penerapan  sistem baru itu insentif yang diterima perawat senior lebih rendah dibanding juniornya. sehingga memicu protes keras kalangan perawat senior yang sudah bekerja di rumah sakit
belasan hingga puluhan tahun.

''Apakah dedikasi dan loyalitas kami selama ini terhadap rumah sakit masih kurang. Karena itu kami menginginkan ada klarifikasi dari manajemen,'' beber  salah satu perawat senior yang enggan disebutkan identitasnya.

Menurut dia, perawat senior melakukan protes sejak Selasa (26/4) lalu dengan melakukan dialog internal dengan manajemen. Sempat terjadi aksi mogok beraktifitas namun akhirnya diakhiri dan kegiatan pelayanan di rumah sakit berjalan normal.

Sementara itu Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi RSUD Dr R Soetrasno Rembang  Giri Saputro membantah adanya  protes yang dilakukan oleh perawat. Disebutnya para perawat hanya meminta klarifikasi terkait adanya perubahan insentif yang mereka terima. ''Sudah ada  pembicaraan dengan manajemen. Hal ini akan diselesaikan secara baik-baik,'' sergahnya.

Lebih lanjut dia tuturkan, meski ada protes pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal seperti biasanya. Kejadian itu disebakan adanya mis
komunikasi. "Pemotongan insentif para perawat khususnya senior  karena adanya perubahan sitem. Dalam rangka peningkatan kualitas tenaga perawat di rumah sakit, tanpa membedakan antara senior dan junior," cetusnya.

Dia menambahkan, jika kinerja mereka buruk, maka diberikan kredit poin yang  berimbas mengurangi insentif yang diterima. Bahkan tidak hanya sampai disitu saja, jenjang kependidikan-pun menjadi salah satu penilain. "Rata-rata perawat senior disini jenjang pendidikannya D3, sementara yang  junior semua lulusan S1 keperawatan," imbuhya.(hasan)
            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...