Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Grebek K3 Dianggap Seremoni dan Menghamburkan Anggaran APBD Saja


BEKASI (wartamerdeka) – Dalam kegiatan Grebek K3 kali ini, Sabtu (01/08/2015), dua kecamatan yang mengadakan kegiatan tersebut, yakni Kecamatan Mustikajaya dan Kecamatan Bantargebang.

Pada kesempatan tersebut Walikota Bekasi, Rahmat Effendi beserta wakilnya, Ahmad Syaikhu tidak bisa mengikuti kegiatan. Kedua pemimpin Kota Bekasi itu dikabarkan sedang mengikuti agenda di luar Kota Bekasi.

“Hanya ada pak Sekda, Rayendra Sukarmadji. Infonya pak Wali di Makasar dan Pak Ustad Ahmad Syaikhu lagi ada acara di Tangerang Selatan,” ujar seorang peserta Grebek K3.

Ketidakhadiran dua pemimpin itu dalam kegiatan K3 menjadi kekecewaan peserta dan masyarakat. Beberapa dari mereka juga beranggapan Grebek K3 hanya seremoni yang membuat jalan macet dan semrawut.

Salah satunya adalah Zainal (35), warga Pedurenan ini mengatakan kegiatan Grebek K3 tidak berdampak langsung dengan kebersihan dan ketertiban yang ada di lingkungan.

“Faktanya kegiatan itu cuma ramai-ramai doang kok, coba ada nggak output dari kegiatan K3 ini,” kata Zainal sambil menuturkan bahwa kegiatan Grebek K3 juga hanya menghamburkan anggaran APBD Kota Bekasi saja.

Kegiatan Grebek K3 dimulai pukul 06:00 WIB dari GOR Pedurenan menyusuri jalan hingga finish di Bantargebang.

Sementara Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji menambahkan, bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan bukan hanya tugas dari pemerintah semata. Akan tetapi seluruh masyarakat juga harus ikut terlibat.

“Apabila kesadaran masyarakat terkait kebersihan
lingkungan sudah tertanam tidak mustahil Adipura yang menjadi target dari Pemkot Bekasi pasti akan terwujud,” ucapnya. (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama