Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Galian Kabel Rusak Trotoar, Lurah Duren Jaya Bekasi Timur Tegur Kontraktor




BEKASI (wartamerdeka.net) - Lurah Duren Jaya, H. Prabowo geram kepada kontraktor galian kabel yang tidak bertanggung jawab. Bisa membongkar lantai trotoar untuk memasang kabel, namun tidak bisa mengembalikan menjadi sediakala sehingga tampak rusak.


Pria yang belum lama menjabat lurah di Duren Jaya itu mengamati banyaknya titik-titik penggalian yang tidak dikembalikan seperti semula. Tanah galian dan trotoar dibiarkan begitu saja, kalaupun ditutup, dikerjakannya asal-asalan.

"Saya kesal karena banyak galian-galian, kontraktornya itu suka tidak bertanggung jawab. Saya tegur tahun lalu, akhirnya memperbaiki, tapi asal-asalan. Tahun ini indikasinya seperti itu," ujar Prabowo, Senin (25/9/2017).

Prabowo mencatat sejumlah titik yang dibongkar untuk galian kabel, seperti di Jalan baru underpass, dan jalan M. Yamin Duren Jaya. Diharapkan galian-galian kabel itu bisa segera dikembalikan seperti semula.

"Saya berharap, pihak pemborong setelah menyelesaikan pekerjaannya bisa segera diperbaiki seratus persen, jangan sampai pihak kontraktor merusak aset dan barang negara," tegas Prabowo.

Sementara staff kelurahan, Cepi pada saat mendampingi Lurah menyayangkan, pihak kontraktor pada saat memulai pekerjaan tersebut tidak ada pemberitahuan terlebih meminta ijin ke kelurahan.

“Saya sangat menyayangkan, pekerjaan ini di lapangan tidak ada pengawas dan pelaksananya, yang ada cuma pekerja saja,” pungkas Cepi. (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama