Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Meski CFD Sudah Direlokasi, Sejumlah PKL Masih Nekad Berjualan di Hazet




TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Walau kegiatan Car Fre Day (CFD) sudah direlokasi ke Jalan KH EZ Muttaqin,  namun masih saja nampak sejumlah pedagang nekat berjualan di di Jalan KH Zaenal Mustofa (Hazet) Kota Tasikmalaya.


Padahal sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya sudah sosialisasi dan memasang sejumlah spanduk terkait relokasi CFD di lokasi tersebut. Tapi ternyata tidak menjamin semua pedagang ikut pindah.

Pantauan di lapangan, meski di jalan tersebut arus lalu lintas sudah dilalui oleh sejumlah kendaraan,  terlihat masih banyaknya PKL berjejeran di pinggir jalan. Terutama yang menonjol itu para pedagang fashion yang menjajakan produknya di atas mobil.

Tapi anehnya, melihat pemandangan itu tidak nampak sama sekali petugas Satpol PP yang biasanya selalu ada di lokasi. Sehingga sejumlah PKL itu pun sangat leluasa berjualan dari Tugu Adipura sampai ke Tugu Asmaul Husna.

Bahkan ada juga sejumlah pedagang juga tumplek ke Jalan Yudanegara dan areal batu andesit. Memang kondisinya tidak seramai saat CFD belum direlokasi. Termasuk juga para pengunjung pun tidak begitu banyak.

Abah Iwa salah satu pedagang cuhcur mengatakan pihaknya akan tetap berjualan di Hazet. Karena lokasinya sangat strategis mudah untuk dijangkau oleh semua masyarakat. Sedangkan di lokasi baru itu jaraknya sangat jauh.

“Apalagi selama ini masyarakat itu sudah lama mengenal CFD berada di Hazet. Akan lebih baik lagi bukan direlokasi,  namun penataan kembali. Saya tidak mau bicara banyak lagi lah. Hazet itu sudah menjadi icon Kota Tasikmalaya,”bebernya, Minggu (24/9/2017).

Sementara itu Ningtin pedagang lengko menuturkan sangat berat kalau harus pindah jualan ke lokasi baru.  Pasalnya berjualan mengunakan roda dorong, sehingga kalau dipaksakan sudah tidak kuat lagi.Mengingat faktor usia yang sudah senja.(Ariska)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...