Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemdes Cidahu Gelar Musdes 2018, Masyarakat MintaTerminal


SUKABUMI (wartamerdeka) - Pemerintah Desa Cidahu gelar Musyawarah Desa 2018 dan 2019, yang dihadiri oleh 50 RT, RW,  Kadus dan rokoh masyarakat Cidahu di Aula Desa Cidahu,  Rabu (15/11/2017). 


"Meskipun  mendadak pelaksanaan ini,  namun alhamdulilah perwakilan masyarakat bisa hadir semua," ungkap kepala Desa Cidahu Asep Rustam Kepada Warta Merdeka. 

Menurut Kades Asep Rustam,  kegiatan Musdes  ini membahas sejumlah usulan  pembangunan yang diajukan  oleh masyarakat. 

"Di antaranya  yang menjadi prioritas masyarakat yaitu pembangunan terminal, mengingat terminal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Cidahu, " ujarnya.

Menurut  kades,  angkutannya sendiri sudah mencapai 200 unit namun sayangnya sudah beberapa tahun tidak memiliki terminal. 

Ditambahkannya,  Dinas Perhubungan (Dishub) sendiri tidak pernah membuatkan terminal, sehingga muncullah Sub terminal bayangan yang tidak resmi.

"Saya sering mendengar keluhan warga yang mayoritasnya sopir Angkutan, sehingga kami berpikir dan sepakat mengajukan terminal menjadi prioritas utama program pembangunan, meskipun pembangunan yang lainnya juga tidak kalah pentingnya," ungkap kades. 

Diakui,  banyak kendala untuk pembangunan  terminal baru, di antaranya karena pihaknya tidak memiliki lahan. 

Dishub Kabupaten Sukabumi sendiri tidak mau membeli. 

Di sisi lain kades mengatakan,  Tanah Desanya terbatas.  "Namun harus bagaimana lagi kalau ini sudah menjadi keinginan masyarakat terpaksa sebahagian tanah desa dipergunakan untuk terminal,"  ujarnya. 

Kades Asep Rustam menegaskan, semua usulan program pembangunan dari masyarakat diharapkan akan teralisasi dan terlaksana. 

"Pembangunan untuk kepentingan masyarakat walaupun anggaran dari dana desa maupun tidak,  kami selaku Pemerintah Desa akan terus memperjuangkannya demi kemajuan desa ini, " tandasnya. (As Manggala / Dedi Arnold) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama