// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Penembakan Membabi Buta dr Letty Sultri Diperagakan dr Ryan Helmi Sebanyak 22 Adegan


JAKARTA (wartamerdeka) - Proses keseluruhan reka ulang penembakan membabi buta tewasnya dr Letty Sultri selesai digelar. Sebanyak 22 adegan diperankan dr Ryan Helmi memerankan 22 adegan, sementara dua adegan lainnya dilakukan di Polda Metro Jaya.


Reka ulang berlangsung sejak pukul 10.00 Wib berakhir pukul 13.00 Wib dengan lancar. Reka ulang kedua dilakukan di pintu penjagaan piket atau pintu masuk markas Polda Metro Jaya. 

Reka ulang di tempat kedua dilakukan dengan sangat cepat, hanya memakan waktu beberapa menit langsung tuntas dengan kawalan ketat petugas.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyampaikan, tujuan dari rekonstruksi ini adalah untuk untuk memastian antara keterangan antara saksi, tersangka dengan situasi sebenarnya.

"Sehingga akan memudahkan penyidikan dan penuntutan," kata Nico, Kamis (23/11/2017).

Setelah reka ulang penyidik akan melanjutkan berkoordinasi dengan jaksa untuk penyelesaian berkasnya hingga dinyatakan P-21 atau berkas sudah lengkap diterima jaksa.

"Setelah kami rekon, segera dikiriman. Jaksa ikut biar bisa ikut menyelesaikan. Seminggu dua minggu kelar," tutur Nico.

Dalam reka ulang terungkap bagaimana dr Ryan Helmi menghabisi istrinya dengan cara sadis seperti berdaray dingin. Dokter pencabut nyawa itu hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk menghabisi istrinya itu. Semua itu diduga dilakukanya dengan terancana.

"Dia terlihat cakap dan sama sekali tak memiliki kendala," ungkap Nico.

Saat dibawa keluar klinik dan tiba dalam reka ulang ke dua di Polda Metro Jaya, dr Ryan Helmi hanya diam dan tidak mengumbar kalimat dari bibirnya. 

Pria berkepala botak lebih banyak menunduk dan menghindari jepretan  wartawan, seakan menyesali perbuatannya.(ar / fr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama