Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Penembakan Membabi Buta dr Letty Sultri Diperagakan dr Ryan Helmi Sebanyak 22 Adegan


JAKARTA (wartamerdeka) - Proses keseluruhan reka ulang penembakan membabi buta tewasnya dr Letty Sultri selesai digelar. Sebanyak 22 adegan diperankan dr Ryan Helmi memerankan 22 adegan, sementara dua adegan lainnya dilakukan di Polda Metro Jaya.


Reka ulang berlangsung sejak pukul 10.00 Wib berakhir pukul 13.00 Wib dengan lancar. Reka ulang kedua dilakukan di pintu penjagaan piket atau pintu masuk markas Polda Metro Jaya. 

Reka ulang di tempat kedua dilakukan dengan sangat cepat, hanya memakan waktu beberapa menit langsung tuntas dengan kawalan ketat petugas.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyampaikan, tujuan dari rekonstruksi ini adalah untuk untuk memastian antara keterangan antara saksi, tersangka dengan situasi sebenarnya.

"Sehingga akan memudahkan penyidikan dan penuntutan," kata Nico, Kamis (23/11/2017).

Setelah reka ulang penyidik akan melanjutkan berkoordinasi dengan jaksa untuk penyelesaian berkasnya hingga dinyatakan P-21 atau berkas sudah lengkap diterima jaksa.

"Setelah kami rekon, segera dikiriman. Jaksa ikut biar bisa ikut menyelesaikan. Seminggu dua minggu kelar," tutur Nico.

Dalam reka ulang terungkap bagaimana dr Ryan Helmi menghabisi istrinya dengan cara sadis seperti berdaray dingin. Dokter pencabut nyawa itu hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk menghabisi istrinya itu. Semua itu diduga dilakukanya dengan terancana.

"Dia terlihat cakap dan sama sekali tak memiliki kendala," ungkap Nico.

Saat dibawa keluar klinik dan tiba dalam reka ulang ke dua di Polda Metro Jaya, dr Ryan Helmi hanya diam dan tidak mengumbar kalimat dari bibirnya. 

Pria berkepala botak lebih banyak menunduk dan menghindari jepretan  wartawan, seakan menyesali perbuatannya.(ar / fr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama