// Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Berita Foto

Hossein: Pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan


Hossein Kanani Moghaddam, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, mengatakan kepada NHK pada hari Jumat bahwa dirinya skeptis terhadap pernyataan Trump yang meminta waktu untuk menyelesaikan pengerahan pasukan AS di kawasan itu, guna merebut pulau-pulau di Teluk Persia. Dirinya menekankan pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan.

Hossein menjawab berbagai pernyataan Trump dalam setiap pertemuan dan pernyataannya pada pers.

itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ia memperkirakan operasi tersebut akan berakhir dalam "beberapa minggu, bukan bulan. Sabtu menandai satu bulan sejak dimulainya kampanye militer AS-Israel melawan Iran, dan situasinya tetap tidak pasti.

menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Jumat di Prancis setelah pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara Kelompok Tujuh. Ia mengatakan AS "lebih cepat dari jadwal" dan dapat mencapai tujuannya "tanpa pasukan darat."

Wall Street Journal pada hari Kamis mengutip pejabat Departemen Pertahanan AS yang mengatakan Pentagon berencana untuk mengirim hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah.

AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Kamis bahwa ia akan menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari. (NHKWord/red)

Prof Dr Nelson Paparkan Perubahan Iklim di Jerman


LIMBOTO (wartamerdeka) - Bupati Gorontalo Prof Dr Nelson Pomalingo kembali tampil memukau di tingkat Internasional,  hari ini. Di hadapan peserta konfrensi perubahan iklim dunia COP 23 Bonn Germany, Mantan Rektor UNG ini menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Gorontalo dalam adaptasi perubahan Iklim  dengan mengintegrasikannya kedalam kebijakan APBD Kabupaten Gorontalo tahun 2017.


Menurut Kajian Kerentanan dan Risiko Iklim yang dilakukan Transformasi tahun 2016, sebanyak 82 dari 204 desa di Kabupaten Gorontalo berstatus rentan terhadap bencana iklim, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Bencana ini berdampak besar bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat. 

Contohnya banjir pada Oktober 2016 lalu, yang melanda 13 dari 19 kecamatan, ditaksir menyebabkan kerugian mencapai Rp. 300 milyar.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkab Gorontalo telah memasukkan 19 program API ke dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya Rencana Kerja lintas 9 SKPD terkait. 


Selain itu, Pemkab Gorontalo menganggarkan 10,5 % dari APBD 2017 untuk kegiatan lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, dan perubahan iklim.

Nelson juga menjelaskan rencana aksi yang sudah dibuat  SKPD. Misalkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mengembangkan kurikulum lingkungan hidup, khususnya terkait dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, atau Dinas Kesehatan yang memiliki program Gemerlap Sehat (Gerakan Menata Rumah, Lingkungan, dan Permukiman Sehat).

“Dinas Pertanian memiliki rencana aksi revitalisasi pertanian, integrated farming system, penggunaan pupuk organik, dan pengembangan verietas benih tahan iklim,” ucap Nelson. 

Nelson juga membeberkan salah satu cara yang mereka lakukan dalam mengatasi dampak perubahan iklim, yaitu bermitra dengan lembaga-lembaga strategis seperti Transformasi, ICCTF, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemerintah kabupaten dan kota di sekitar.

“Ini salah satu cara Kabupaten Gorontalo menjadi corong adaptasi perubahan iklim. Apalagi misi daerah ini adalah pembangunan berbasis lingkungan,” ujar Nelson.(Irfan/ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama