Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Cuaca Sangat Ekstrem, Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Ditutup Sementara

Pelabuhan Merak ditutup sementara. Penumpang menumpuk 

MERAK (wartamerdeka) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memutuskan untuk melakukan penutupan sementara layanan penyeberangan di lintasan Merak - Bakauheni menyusul kondisi cuaca yang sangat ekstrem pada Kamis (30/11) sore terhitung pukul 17.45 hingga batas waktu yang belum ditentukan.


Penutupan sementara layanan tersebut merupakan keputusan Rapat koordinasi antara PT ASDP, Gapasdap , Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten, dan KSOP Merak yang berlangsung pada Kamis (30/11) sore.

"Kami memohon pengertian kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, karena  cuaca di Merak sangat extrem dimana tinggi sudah gelombang mencapai 5 meter dan kecepatan angin diatas 45 knot sehingga layanan ditutup sementara," tutur PLT Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti.

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, PT ASDP sangat memprioritaskan keselamatan dan keamanan para pengguna jasa yang akan menyeberang.

"Cuaca sangat ekstrem, jadi layanan terpaksa kami tutup sementara. Kepada seluruh penumpang yang sudah berada di lingkungan pelabuhan maupun yang masih dalam perjalanan diimbau bersabar. Kami akan menunggu sampai kondisi cuaca benar-benar aman bagi pelayaran," tuturnya.

PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini. "Kami memohon pengertian dari pengguna jasa. Hal ini menyangkut keselamatan pelayaran. Lebih baik tidak berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali," tuturnya.

Penutupan sementara Pelabuhan Merak dan Bakauheni tersebut  mengakibatkan penumpukan penumpang di area pelabuhan. Para penumpang terpaksa menunggu hingga di depan loket tiket dan kantong parkir dermaga.

Para penumpang menunggu dibukanya loket tiket. Ada penumpang yang sudah menunggu 2-4 jam untuk mendapatkan tiket. Loket tiket tutup dan tidak melayani pembelian tiket.

"Saya dari jam 7 (malam) sekarang sudah 2 jam lebih. Rencana mau ke liburan ke Lampung," kata salah seorang penumpang. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama