Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Kades Ciruyung: Kami Tidak Menggunakan Pemborong

Warga Desa Ciruyung bersama Kades melaksanakan kerja bakti 

CILACAP (wartamerdeka) - Berkaitan dengan beredarnya informasi di masyarakat mengenai pengerjaan dana bantuan dari provinsi (Banprov) dengan jumlah Rp200 juta untuk pengerjaan talut di desa Ciruyung  menggunakan rekanan pemborong, dibantah oleh Paryono,  Kepala Desa Ciruyung,  Kecamatan Karangpucung,  Kabupaten Cilacap. 


Menurut Paryono, informasi tersebut merupakan kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan."Memang kabar kalo pengerjaan dana Banprov di Desa Ciruyung menggunakan pihak ketiga atau pemborong sudah geger dimana - mana, saya juga sempat menerima banyak SMS dari masyarakat mempertanyakan kebenaran kabar dan informasi itu. Tapi itu semua tidak benar dan sumber informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Paryono ketika dikonfirmasi menjelang rapat validasi penerimaan PKH di Balai Desa Ciruyung, Rabu (9/1/2018).

Hal tersebut menurutnya tidak terjadi karena jika menggunakan pihak ketiga seperti Pemborong atau CV, itu melanggar aturan yang ditentukan."Kalo menggunakan pihak ketiga ya berarti kita menyalahi aturan dan tidak seperti yang disosialisasikan pada waktu kita mengikuti pertemuan di Cilacap dengan pihak Provinsi," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini pengerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh waga Desa Ciruyung."Tidak ada satupun yang bekerja diproyek itu selain warga desa kami, warga Desa Ciruyung," terang Paryono.

Hanya saja, lanjutnya, ada salah satu pekerja yang diperbantukan mengawasi, mendampingi serta ikut menganalisa secara tekhnis."Orang tersebut Pak Dimong, dan juga warga Desa Ciruyung yang kami perbantukan belum lama. Dengan tujuan agar pekerjaan dapat berjalan dengan sesuai dan baik.  Hanya saja dia memiliki CV dan sering mengerjakan pekerjaan infrastruktur dengan sumber dana APBD, tapi untuk pekerjaan ini dia hanya diperbantukan secara tekhnis," jelas Paryono.

Dengan kejadian ini, Kades Ciruyung ini menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama warga Desa Ciruyung agar mengklarifikasi kejelasan mengenai informasi tentang Desa Ciruyung langsung ke sumbernya."Kami siap menjelaskan segala informasi mengenai apapun tentang desa. Seperti apa saja proyek yang sedang dikerjakan, mengenai sumber dana dan manfaat serta aturan juga regulasinya, bahkan jika mau menanyakan dana desa yang ada di Desa Ciruyung," ungkapnya.

Selain itu, Paryono bersedia berdiskusi dengan warganya baik di Kantor desa maupun dirumah,"Saya jadi orang terbuka, kalau ada yang mau bertanya dijalanpun saya siap diberhentikan jika saya sedang berkendara. Jangan takut ketemu dengan saya," pungkasnya.(Agus) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...