Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Kondisi Jembatan Penghubung Kecamatan Majenang - Wanareja Sangat Memprihatinkan


CILACAP (wartamerdeka) - Jembatan permanen penghubung Kecamatan Majenang dan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah tepatnya di dusun Tembong, Desa Sadahayu, Majenang yang dibangun menggunakan dana PNPM beberapa tahun yang lalu kini kondisinya sangat memprihatinkan.


Jembatan tersebut merupakan jalur   penghubung antara desa Sadahayu, Kecamatan Majenang dengan desa Jambu, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, yang melintasi Sungai Cijalu, yang letaknya di Dusun Tembong.

Saat Warta Merdeka mengunjungi lokasi, Selasa (09/01/2018) pagi, tampak pasca ambruk, jembatan terlihat sangat memprihatinkan. Padahal direncanakan jembatan tersebut merupakan penghubung sangat cepat antar dua desa di ujung Cilacap. Namun tampaknya rencana tersebut terhambat oleh ambruknya jembatan pasca banjir besar beberapa tahun yang lalu.

Tampak juga kontruksi bangunan yang menggunakan anggaran dana tiga ratusan juta lebih ditambah swadaya masyarakat terlihat kurang kokoh alias mudah ambruk.

Raskim Mulyadi, Kepala Desa Sadahayu mengatakan kepada Warta Merdeka, bahwa dirinya selaku Kades sangat mengharapkan Pemda ataupun Pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jembatan, karena lebih dari 30 orang warga Sadahayu memiliki sawah dan kebun di seberang sungai. Hal ini sangat beresiko bila pulang dalam kondisi sedang turun hujan, sebab banjir sewaktu-waktu mengancam mereka yang dapat berakibat fatal.(Alek Tarkum) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama