Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Meresahkan Warga, Belasan Anak Punk Diamankan



JAKARTA (wartamerdeka) - Belasan anak punk asal Surabaya dan Ternate diamankan petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Anak punk tersebut diamankan karena meresahkan warga dengan mengamen di kawasan Jl. Pramuka, Jakarta Timur.


Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Benny Martha mengemukakan, anak punk yang berjumlah 13 orang itu kerap mengamen dengan cara memaksa kepada warga di dalam angkutan umum.

"Sebanyak 10 orang dari Ternate ingin menuju Jakarta. Mereka transit dulu di Surabaya. Kemudian ada 3 orang lagi bergabung dari Surabaya sehingga jumlah mereka 13 orang menuju Jakarta," ujar Benny saat dihubungi pada Senin (8/1).

Ia melanjutkan, anak-anak punk itu beralasan ke Jakarta ingin bertemu dengan temannya tetapi alamatnya tidak ketemu.

"Mereka di Jakarta sudah dua hari. Karena nggak ketemu alamat temannya, jadi untuk menutupi kebutuhan hidup kelompok punk ini mengamen di bebarapa kawasan," kata Benny.

Ia menambahkan, warga melaporkan mereka mengamen dengan cara memaksa. Ditambah kondisi badan mereka yang bau dan tidak pernah mandi.

Anak-anak punk tersebut rata-rata berusia 13-16 tahun. Ada satu orang wanita di antara mereka. Semuanya tidak membawa identitas diri seperti kartu pelajar atau KTP.

"Mereka akan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan. Mereka juga akan diupayakan untuk pulang ke daerah asal," ujar Benny.(ar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama