Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polsek Metro Tamansari Peduli Pendidikan Anak Jalanan


JAKARTA (wartamerdeka) - Kapolsek Tamansari AKBP Eric Frendriz, SIK, MSI, beserta jajarannya menyelenggarakan program peduli pendidikan anak anak jalanan seputaran Kota Tua, yang bertempat di teras Kantor Pos depan musium Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (6/1/2018).


Kegiatan program peduli pendidikan anak anak jalanan ini, diikuti oleh 80 anak jalanan, yang direkrut dari sekitar Kota Tua Taman Fatahillah.

"Kepolisian sektor Metro Taman sari menggandeng organisasi sosial yang bergerak menangani anak anak jalanan, yaitu Yayasan Tri Kusuma Bangsa pimpinan ibu Ani Kusuma Dewi, " ujar AKBP Eric Frendriz. 

Menurut AKBP Eric, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua, karena mereka mengijinkan bahkan mengantar dan mengiklaskan anaknya berhenti mengamen, untuk menerima pelajaran dari yayasan Kusuma Bangsa.

"Kegiatan belajar mengajar ini, akan rutin dilaksanakan pada setiap hari Sabtu dari jam 14.00 wib hingga 17.00 wib," ungkap Eric.

Kegiatan belajar dan mengajar yang diselenggarakan Polsek Metro Tamansari, bekerja sama dengan Yayasan Tri Kusuma Bangsa yang ditujukan untuk   anak anak Bangsa yang kurang beruntung bertujuan untuk mengurangi angka buta huruf di masyarakat.

Selain itu memberikan semangat dan spirit kepada anak jalanan yang harus semangat dan harus maju, karena sesama anak bangsa mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Kami selaku anggota Kepolisian berharap, ke depannya anak jalanan ini menjadi lebih baik, dan bersedia meninggalkan jalanan yang mana menjadi keseharian mereka mencari uang tanpa memikirkan jiwa mereka, serta pengetahuan mereka, " pungkasnya.

Sementara itu, Ani Kusuma Bangsa mengatakan, jegiatan belajar mengajar diikuti oleh berbagai latar belakang anak, diantaranya Anak yang setiap harinya mengamen, mengemis dan lainnya.

"Kemudian juga ada anak yang berkebutuhan khusus, Idiot, Bisu dan sebagainya, "tutupnya. (Badar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama