Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapendam I/BB Tanggapi Kejadian Oknum TNI yang Menendang Petugas SPBU Di Tanjung Morawa


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Video kejadian oknum TNI yang nenendang petugas SPBU fi Tanjung Morawa menjadi viral di media usai diunggah oleh akun Facebook Lian Juntac Part II pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Berdasarkan informasi yang diunggah akun tersebut,  peristiwa terjadi di SPBU Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Diduga, adanya mis komunikasi kedua belah pihak hingga sampai  terjadi keributan tersebut yang dilatar belakangi masalah  antrian saat mau mangisi BBM.

Oknum pengendara motor plat dinas tersebut langsung antre disamping mobil, sehingga diingatkan oleh petugas SPBU yang kebetulan wanita. Selanjutnya oknum memindahkan kendaraannya,  sedang isteri yang bersangkutan turun kendaraan, saat itulah terjadi selisih paham dan terjadi keributan, dimana petugas SPBU menegur dengan ketus dan cenderung kasar terlebih kepada pelanggan yang usianya jauh berbeda. Sampai  akhirnya oknum TNI AD tersebut menendang  petugas SPBU.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB Letkol Inf Roy Sinaga membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi.

"Sesuai aturan semua anggota TNI sama dengan masyarakat umum dan tidak dibeda-bedakankan. Dan apabila melanggar aturan akan dikenai sanksi." kata Roy Sinaga.

Saat ini pihaknya sedang mempelajari permasalahan tersebut. Selain itu, dirinya atas nama Kodam I/BB juga memohon maaf atas tindakan dan ulah oknum anggota tersebut dan juga berharap kejadian tersebut   tidak terulang.

Dia juga berharap, hendaknya masyarakat juga dapat berkata-kata yang sopan dalam menegur seseorang terlebih para pengusaha penjual Jasa.(PenDam/agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama