TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Kemacetan di Jembatan Genit, Gara-gara Juru Parkir Liar


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kemacetan yang terjadi di Jembatan Genit, Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat merugikan pengguna jalan. Terutama pengendara yang ingin melakukan pengujian kendaraan di UP Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Kedaung Angke Jalan Peternakan 1.

Dari pantauan wartamerdeka.info, di lapangan, kemacetan di jembatan tersebut terjadi karena adanya juru parkir liar yang membuka barier pembatas jalan untuk berputarnya kendaraan dari Jalan Kapuk Poglar. 

Sebab kendaran dari jalan tersebut tidak bisa langsung menujut ke Jalan Pesing Poglar ataupun ke arah Kapuk.

"Kita mau uji kendaraan jadi macet banget, gara-gara ada putaran itu. Padahal kan sudah ditutup, tapi dibuka lagi sama anak-anak parkiran," ungkap Yunus, seorang pengemudi mobil boks, Rabu (15/8).

Hal ini serupa juga diungkapkan oleh Kepala UP PKB Kedaung Angke Hendrico Tampubolon. 

Kepala UP PKB Kedaung Angke Hendrico Tampubolon. 

Menurutnya, 'Pak Ogah' yang ada di Jembatan Genit sebagai penyebab kemacetan di kawasan tersebut. 

Ia pun meminta kepada unit terkait bisa menyelesaikan permasalahan kemacetan yang salah satu akibatnya menghambat wajib uji kendaraan yang menuju ke UP PKB Kedaung Angke.

Menurut Hendrico, dengan kemacetan di titik tersebut, strategi untuk mempercepat pelayanan di unitnya pun tidak akan berjalan maksimal. 

Walaupun pendaftaran dan pembayaran sudah dilakukan online, kendaraan yang mau di uji coba terhambat di perjalanan menuju ke lokasi pengujian.

"Barier itu kan uji coba, harusnya Bina Marga permanenkan saja separator jalannya. Sehingga rekayasa lalin yang dilakukan Sudin Perhubungan Jakarta Barat bisa efektif," tuturnya.

Selain itu, lanjut Hendrico, ia pun meminta agar pembangunan jalan di pinggir Kali Kedaung Angke diselesaikan. Hal ini sebagai akses kendaraan yang selesai melakukan uji di UP PKB Kedaung Angke.

"Itu kan paling tinggal 500 meter lagi. Jadi kendaraan yang masuk dan keluar dari sini tidak satu arah," tandasnya. (Putra)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama