Langsung ke konten utama

Panwascam Anjatan Temukan 17 Pelanggaran Pemilu, Menjelang Pemilu 2019

Ketua Panwaslu Kecamatan Anjatan, Satrio Sunaryo

INDRAMAYU (wartamerdeka.info) - 
Menjelang Pemilihan Umum 2019 mendatang, Panwaslu Kecamatan Anjatan telah menemukan 17 kasus pelanggaran Pemilu.

Ketua Panwaslu Kecamatan Anjatan, Satrio Sunaryo, SP menjelaskan pelanggaran – pelanggaran yang ditemukan merupakan hasil dari pengawasan yang dilakukan oleh para jajarannya yang terdiri dari anggota dan Panwaslu Desa se Kecamatan Anjatan.

Menurutnya dari 17 temuan kasus pelanggaran tersebut, juga di dapat berkat peran serta dari masyarakat yang memberikan informasi dugaan pelanggaran pemilu kepada Panwaslu Kecamatan Anjatan.

"Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam berpartisipasi mengawasi Pemilu, oleh karena itu sejak Pilkada kemarin kami sudah membuka Pojok Pengawasan Pemilu dan Posko Pengaduan Masyarakat di 13 Desa se Kecamatan Anjatan," tuturnya.

Satrio mengatakan, selama ini ada beberapa informasi adanya tindak pelanggaran pemilu dari masyarakat, namun tidak disertakan dengan data dan bukti yang jelas. Para pelapor menganggap telah memberitahu ke Pengawas Pemilu, padahal laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti karena ketidakjelasan data dan bukti tadi.

"Ketidaktahuan masyarakat seperti ini, yang sering menganggap Pengawas Pemilu tidak responsive dalam menindaklanjuti informasi,"ujarnya.

Padahal informasi atau laporannya tidak dapat ditindak lanjuti karena informasinya tidak jelas sehingga tidak memenuhi syarat.

Terkait hal itu, Panwaslu Kecamatan Anjatan membuka Posko – Posko Pengaduan masyarakat yang tersebar di 13 Desa se Kecamatan Anjatan tujuannya tadi, memberikan wadah informasi, edukasi Pemilu, dan wadah pengaduan dugaan pelangggaran pemilu yang lebih luas dan lebih dekat dengan masyarakat. (Eko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...