Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Perjuangkan Nasib Petani Wabup Supendi Rela Bermalam di Pintu Air

Wakil Bulat Indramayu H Supendi (kaos kuning)
INDRAMAYU (wartamerdeka.info) - Untuk menyelamatkan ribuan hektar sawah yang terancam gagal panen, Wakil Bupati Indramayu H. Supendi, bermalam di pintu air. Kehadiran Wabup Supendi di pintu air tersebut guna memastikan pendistribusian air tanpa gilir giring di Kecamatan Gabuswetan, Losarang, dan Kandanghaur, Rabu malam (01/08/2018). Upaya ini dilakukan agar lahan pertanian yang terancam puso itu terselamatkan dan para petani dapat memanen hasilnya.

Setelah selesai sholat Isya, Wakil Bupati Indramayu itu langsung meluncur dari rumah dinasnya menuju pintu air BT 21 Sekunder Plasah areal 864 hektar di Desa Rancahan Kecamatan Gabuswetan. Menggunakan motor dinas plat nomor E 6722 P, orang nomor dua Indramayu itu menyusuri jalan tanggul dibonceng anggota Satpol PP Kecamatan Gabuswetan menuju ke pintu air BT 20 yang ada di Kecamatan Terisi.

Di tengah kegelapan malam dan angin kumbang yang dingin menusuk tulang, H. Supendi menembus pematang sawah untuk melihat langsung pendistribusian air tersebut. Setelah dipastikan air dari pintu air BT 20 mengalir, selanjutnya H. Supendi kembali meninjau laju air ke pintu air BT 21.

Setelah dipastikan air terdistribusi ke pintu BT 21, selanjutnya H. Supendi melakukan koordinasi dan menyamakan persepsi dengan para camat, Kapolsek, Danramil, dan lainnya untuk sama-sama menggunakan air dengan sebaik mungkin sehingga seluruh sawah di tiga kecamatan ini terairi semuanya.

“Pendistribusian air di tiga kecamatan tanpa gilir giring selama satu minggu ini ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk menyelamatkan lahan pertanian yang hampir puso. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi para petani dan stock pangan di kita aman,” tegas wabup.

Pagi dini hari pukul 02.09 WIB yang disertai dengan gerimis kecil selanjutnya H. Supendi meninjau pintu air di Desa Bugis yang merupakan pintu air untuk pendistribusian di lahan pertanian untuk Kecamatan Bongas, Anjatan, dan Sukra.

Selanjutnya menjelang fajar terbit, tepatnya pukul 03.10 pagi, H. Supendi menuju ke pendistribusian air yang berada di Kecamatan Sukra. Ketika adzan subuh berkumandang, dia kembali ke rumah dinas untuk bersiap melaksanakan aktivitas rutinnya.(Eko)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama