Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Hujan Lebat Akibatkan Puluhan Rumah Terendam Banjir di Karo


KARO (wartamerdeka.info) -  Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Karo, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir, Rabu (19/9/2018).

Di Jalan Jamin Ginting Berastagi, misalnya, dari sore hingga pukul 17.30 air masih menggenang setinggi lutut orang dewasa.

Tidak jauh dari lingkungan rumah warga, terlihat tembok roboh sepanjang kurang lebih 7 meter sehingga air tumpah ke lingkungan rumah warga. Hal ini sempat  membuat warga panik dan saling menyelamatkan barang barang /perabot rumahnya masing-masing.

Puluhan rumah warga juga terendam banjir, sehingga perabot rumah warga pun terendam air yang bertinggian 20 Cm.

Ny Samsul Bahri (58) yang rumahnya terkena banjir mengatakan, sumber kebanjiran ini akibat banyaknya air yang datang dari jalan besar Berastagi dan dari gang tetangga.

"Anehnya, ada parit di belakang rumah kita, kok air makin parah, padahal di sini sering banjir namun baru kali ini lah air masuk ke rumah warga, termasuk rumah saya," ‘ujar ibu ini keheranan.

Kepala Desa Rumah Berastagi, Saiman Ginting saat dikonfirmasi mengatakan, kebanjiran ini terjadi karena drainase  di lingkungan atas di daerah gang rezeki ini mampet.

"Serta adanya volume air yang cukup besar yang tidak tertampung oleh parit akibat dari tidak berfungsinya gorong-gorong di Simpang Ujung Aji.  Tentu ini harus dibenahi," ujarnya.

Pihak desa, katanya, sudah pernah meminta ke pihak pemerintah dareah, dalam hal ini dinas PU untuk memperbaiki gotong gorong tersebut namun hingga kini tidak ada respon atau realisasi 

Sementara menurut salah satu tokoh pemuda Karo Jimbo Purba, banjir ini hal yang lumrah. Bila hujan deras turun, memang sering banjir. Dia berharap Pemkab Karo segera mengecek dan memberikan solusi sesegera mungkin.

"Kasihan warga di sini, " ujarnya.(Flaia)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama