JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kehangatan diplomatik mewarnai Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026) saat Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan. Penyambutan dimulai jabat tangan dan pelukan hangat, diiringi tarian Betawi dan kibaran bendera Merah Putih serta Tiranga.
Kunjungan ini menjadi tonggak baru hubungan Indonesia-India yang telah terjalin 75 tahun dan sekaligus kunjungan balasan PM Modi atas lawatan Prabowo ke New Delhi pada Februari 2025.
Rangkaian acara mulai pukul 10.20 WIB. Mobil kenegaraan PM Modi memasuki gerbang Istana Merdeka dikawal pasukan berkuda dan patwal. Pasukan jajar kehormatan telah berbaris dari gerbang hingga pilar-pilar istana.
Setibanya di halaman, PM Modi disambut langsung Presiden Prabowo. Keduanya berjabat tangan erat dan saling berpelukan hangat di hadapan para tamu. Suasana makin meriah dengan kehadiran pelajar yang mengibarkan bendera kedua negara serta penampilan Tarian Kemilau Jakarta dari sanggar Betawi.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara kenegaraan di teras Istana. Lagu kebangsaan India diperdengarkan terlebih dahulu, disusul lagu Indonesia Raya yang diiringi dentuman meriam kehormatan.
Usai upacara, Prabowo dan Modi melakukan inspeksi pasukan kehormatan. Keduanya berhenti sejenak di depan bendera RI-India untuk memberi penghormatan. Selanjutnya Presiden dan PM menyapa para siswa yang berbaris di sisi halaman.
Di Ruang Kredensial, PM Modi menandatangani buku tamu kenegaraan. Agenda inti dilanjutkan pertemuan bilateral bersama delegasi.
Dari pihak Indonesia hadir jajaran Menko dan Menteri : Menlu Sugiono, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pemberdayaan Muhaimin Iskandar, Menhan Sjafrie Sjamdoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.
Pertemuan bilateral ini menindaklanjuti komitmen kedua negara untuk meningkatkan kemitraan dari Comprehensive Strategic Partnership menjadi kemitraan yang lebih operasional.
Rencananya 7 Nota Kesepahaman MoU akan ditandatangani, mencakup:
1. Pertahanan dan Keamanan : Peningkatan kerja sama industri pertahanan, latihan bersama, dan transfer teknologi alutsista.
2. Kesehatan : Kerja sama farmasi, vaksin, dan penguatan ketahanan sistem kesehatan pascapandemi.
3. Pendidikan dan Riset : Beasiswa, pertukaran pelajar, dan riset bersama di bidang sains-teknologi.
4. Energi dan ESDM : Kerja sama energi terbarukan, hidrogen hijau, dan eksplorasi migas.
5. Digital dan Ekonomi Kreatif : Pengembangan startup, AI, dan UMKM digital.
6. Kemaritiman dan Perikanan : Pengelolaan laut berkelanjutan dan pemberantasan illegal fishing.
7. Kebudayaan dan Pariwisata : Promosi wisata, pelestarian warisan, dan pertukaran seni.
“Kerja sama ini bukan hanya untuk pemerintah, tapi untuk rakyat kedua negara. Kita ingin perdagangan, investasi, dan people to people contact semakin kuat,” ujar Presiden Prabowo.
PM Modi menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra penting India di ASEAN dan Indo-Pasifik. “India dan Indonesia adalah dua negara demokrasi besar. Bersama kita bisa menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” jelas Modi.
Hubungan diplomatik RI-India terjalin sejak 1951. Kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara besar berpenduduk mayoritas Muslim dan Hindu, demokrasi, dan anggota G20.
Pada Februari 2025, Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi pertama ke India. Saat itu disepakati peningkatan target perdagangan menjadi 50 miliar USD pada 2030. Kunjungan Modi ke Jakarta ini menjadi balasan dan akselerasi implementasi kesepakatan tersebut.
India saat ini adalah mitra dagang ke-5 terbesar Indonesia. Nilai perdagangan 2025 mencapai 31,8 miliar USD. Sementara investasi India di Indonesia fokus pada farmasi, IT, dan manufaktur.
Diharapkan 7 MoU segera ditindaklanjuti agar berdampak langsung. Kemlu RI menargetkan penguatan rantai pasok obat dan alat kesehatan dari India, serta perluasan pasar ekspor produk halal Indonesia ke India.
Pelaku UMKM dan mahasiswa berharap ada skema beasiswa dan magang ke India yang lebih mudah. Komunitas bisnis juga menanti kepastian regulasi agar investasi India di bidang digital dan energi bisa masuk lebih besar.
Pengamat hubungan internasional menilai kunjungan ini penting di tengah dinamika geopolitik. “Kerja sama RI-India adalah penyeimbang yang sehat untuk stabilitas Indo-Pasifik,” kata Direktur Eksekutif CSIS.
Pelukan Prabowo dan Modi di Istana Merdeka bukan sekadar simbol persahabatan. Itu cerminan bahwa diplomasi Indonesia ke depan mengedepankan pragmatisme, saling menghormati, dan hasil nyata.
Dengan 1,4 miliar penduduk India dan 280 juta penduduk Indonesia, kemitraan ini memiliki potensi besar mengubah wajah ekonomi Asia.(Drianto Martono).

