// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Pekerjakan 900 Ribu Tenaga Kerja di Indonesia, Presiden Jokowi: Investasi Perusahaan Korsel Nomor Tiga Terbanyak

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada Forum bisnis Indonesia-Korea, di Seoul, Korsel, Senin (10/9) pagi. (Foto: Antara)
SEOUL (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sudah lama perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan beroperasi di Indonesia. Dan saat ini, lanjut Presiden, investasi dari perusahaan-perusahaan Korsel menjadi yang ketiga terbanyak dibandingkan dengan investasi dari negara lain di Indonesia.

“Number three top international investor in Indonesia,” ucap Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Indonesia-Korea Bussines Investment Forum 2018, di Seoul, Korea Selatan, Senin (9/9) pagi.

Investasi Korsel, lanjut Presiden, ada di berbagai industri dasar seperti baja dan besi, petrokimia, dan alumunium.

Sebelumnya Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rosan Roslani mengatakan, pihaknya membawa rombongan besar yaitu sekitar 104 pengusaha untuk menghadiri forum bisnis tersebut.

“Masih banyak potensi-potensi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Korea yang belum digali,” ungkap Rosan.

Sementara itu, Ketua KADIN Korsel Yongman Park mengatakan, masih banyak peluang berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, diperlukan kerja sama antar pengusaha kedua negara.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menko Polhukam Wiranto, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Lembong, Bekraf Triawan Munaf, Dubes untuk Korsel Umar Hadi, dan Ketua KADIN Rosan Roslani.(SK)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama