Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Petugas P3S Sudinsos Jaktim Selamatkan Anak Hilang yang Kabur dari Rumah

Dafa, anak yang hilang bersama petugas

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur menyelamatkan seorang anak hilang yang ditemukan warga di sekitar Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur pada Senin (10/9). 

Warga yang menemukan anak tersebut sebelumnya menyerahkannya ke Polsek pada Polsub Sektor Cililitan pada Minggu malam (9/9) pukul 23.45 WIB.

Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Kurniawan menyampaikan, pihaknya menerima anak hilang itu dari kepolisian pada Senin pagi ini. Anak yang belakangan diketahui bernama Dafa (10) yang masih kelas 4 SD itu dalam kondisi normal dan sehat.

"Kami coba cari tahu keluarganya. Untuk nama ortunya anak tersebut tidak tahu sama sekali, sampai nama sekolahnya pun dia tidak tahu," ujar Mansur saat dihubungi.

Inilah Dafa, yang kabur dari rumah bibinya
Ia melanjutkan, sedangkan alamat rumah yang anak tersebut ketahui hanya Tanjung Priok, Jakarta Utara. Keluarga yang ia ketahui pun hanya nama kakaknya, Desi.

"Kemudian kami coba menelusuri kawasan Kramat Jati, kan ditemukannya di daerah sana. Mungkin ada orang yang kenal. Akhirnya kami tahu di Kramat Jati ada bibi anak tersebut," ungkap Kurniawan.

Namun saat ini, Dafa belum dikembalikan kepada bibinya dan masih berada di Posko P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. Anak tersebut ternyata kabur dari rumah bibinya karena tidak mau bersekolah.

Ia hanya ingin bertemu dengan orang tua kandungnya di Tanjung Priok.

"Dia dirawat oleh bibinya. Disuruh sekolah tapi nggak mau. Terus kabur. Katanya karena nggak betah, gurunya galak. Sedangkan bapaknya orang Madura dan bekerja sebagai juru parkir di Pasar Warakas tapi ibu sudah meninggal," kata Kurniawan.

Petugas saat ini masih mendampingi Dafa dan akan segera pulang ke rumah bibinya. Petugas pun akan ikut serta mendampingi anak tersebut untuk kembali bersekolah di kawasan Kramat Jati.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama