Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala Staf Kodim 0702/Purbalingga Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional


PURBALINGGA (wartamerdeka.info) - Kepala Staf Kodim 0702/Purbalingga bersama dengan seluruh jajaran Forkompimda Kab. Purbalingga menghadiri kegiatan Hari Santri Nasional 2016 di Kabupaten Purbalingga, yang dilaksanakan di Alun Alun Purbalingga, Senin (22/10/2018).

Upacara diikuti oleh tamu undangan dari Forkopimda, ketua pengadilan negeri, jajaran TNI maupun POLRI se KabupatenPurbalingg, Pengurus FKUB, Tokoh Agama, ketua partai politik dan ormas pemuda dan para pelajar tingkat pertama dan atas maupun pondok pesantren yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Plt.Bupati Purbalingga  mengatakan, Hari Santri diharapkan tidak hanya sekedar Seremonial, melainkan  merupakan (culture) budaya yang ada di Kabupaten Purbalingga.

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat menanamkan rasa kecintaan dan kebanggaan kepada NKRI, seiring dengan peran santri dan ulama dalam memperjuangakan kemerdekaan Negar Kesatuan Republik Indonesia", terangya.


“Santri harus bisa mengikuti kekinian perkembangan zaman, dan santri harus menjadi teladan bagi umat. hal ini tadi semua “khittoh” atau kembalinya semua berlandaskan agama. Intinya. Berikan kebebasan mereka menegakkan aturannya, namun jangan sampai keluar dari garis yang sudah diajarkan agama.” tandas Plt Bupati Purbalingga.

“Menanggapi Gerakan radikalisme, peran santri sebagai tauladan, jangan sampai santri keluar dari garis atau aturan yang telah diajarkan.”imbuhnya

"Dalam peringati hati santri, sebagai santri harus berperinsip, jangan pernah berhenti belajar, harus kritis dan berani, tidak minderan juga jangan sampai lupa dengan guru-gurunya", sambungnya.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Kodim 0702/Purbalingga Mayor Inf Saeroji menjelaskan bahwa penetapan hari santri nasional tak lepas dari perjalanan sejarah bangsa ini.

Kontribusi para santri untuk memperjuangkan kemerdekaan tidaklah sedikit. Maka wajar jika negara memberikan penghargaan kepada para santri yang turut memerdekaan bangsa Indonesia.

"Bagaimanapun Hari Santri, yang penting adalah esensinya, dan diharapkan agar santri kedepan mempunyai peran aktif dalam pembangunan negara,” pungkasnya.(R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama