Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Warga Kelurahan Cipayung Jaya Terima Penyuluhan Kerukunan Beragama Dari Kodam Jaya


DEPOK (wartamerdeka.info) - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di Depok dengan sasaran non fisik, memberikan penyuluhan tentang kerukunan umat beragama ke sekitar 60 warga Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Senin (22/10/2018).

Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Bidang Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam) Jaya, Kapten Inf Agung Bintoro dan digelar di Aula Kantor Kelurahan Cipayung Jaya.

Kapten Inf Agung Bintoro menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sudah sejak lama memiliki keragaman sosial bahasa, adat istiadat, suku, budaya serta agama dan lainnya.

"Dari berbagai macam keragaman itu, nyatanya selama ini kita bisa hidup harmonis bersama dan diharapkan ke depan terus seperti itu, bahkan bisa saling mengisi dalam pembangunan bangsa," kata Agung di hadapan para peserta penyuluhan.

Menurutnya meski berbeda-beda suku, budaya, bahasa, adat istiadat dan agama, namun pada dasarnya kita semua tetap satu sebagai rakyat Indonesia.

"Sehingga sebagai rakyat Indonesia kita harus bisa hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Dari sana akan tertanam rasa kasih sayang dan terwujudnya kehidupan yang nyaman di masyarakat," kata Agung.

Karenanya tambah dia, perbedaan dalam hal apapun tidak bisa menjadi alasan untuk bermusuhan selama hidup di tanah air Indonesia.

"Perbedaan bukan berarti permusuhan. Artinya perbedaan dalam hal apa saja, tidak serta merta membuat kita saling bermusuhan. Tapi hendaklah saling menghormati dan menghargai dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.

Sri Wahyudiningsih, warga Kelurahan Cipayung Jaya, yang menjadi salah seorang peserta penyuluhan mengatakan penyuluhan ini cukup menambah wawasan warga mengenai pentingnya toleransi dalam bermasyarakat.

"Saya kira ini bermanfaat sekali bagi warga, karena kesadaran kami akan toleransi seperti dibangkitkan lagi," kata Sri. (Badar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama