Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Perangi Hoax, Polres Jakbar Gelar Comunity Policing


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pelaku penyebar hoax atau berita palsu dan ujaran kebencian dinilai makin marak di Indonesia. Polri pun diminta aktif melakukan penindakan dan pemberantasan terhadap pelaku dan akun-akun media sosial yang melanggar.

Menanggapi hal itu, Polres Metro Jakarta Barat menggelar Comunity Policing. Kegiatan tersebut bertujuan  peran serta Polri bersama Toga, Tomas, dan Pemuda dalam menangkal berita bohong  ( Hoax ) untuk menciptakan situasi kamtibmas  yang aman dan Kondusif menjelang Pileg dan Pilpre 2019, Kamis (08/11/2018).

Hadir pada kesempatan itu antaranya, Kasubnit Binmas  Baharkam Polri Kombes Pol. Drs. Hendi Handoko. MM, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo. SH, Para Kanit Polsek Jajaran  perwakilan  Bhabinkamtibmas  Polsek jajaran, Perwakilan Toga,  Tomas, Ormas dan Pemuda,  dari Polsek Jajaran Polres Metro Jakarta Barat.


Kasubnit Binmas  Baharkam Polri Kombes Pol. Drs. Hendi Handoko. MM menjelaskan,  saat ini, Indonesia sudah layak dikategorikan darurat hoax. Karena itu, Polri perlu bersinergi melakukan penindakan.

"Dalam darurat hoax ini cukup menjadi alasan bagi pemerintah, Polri melakukan tindakan tegas menangkap orang-orang yang diduga menyebar berita hoax dengan men-take down akun-akun yang dianggap menyebarkan hoax," jelas Kombes Hendi.

Sementara, ketika ditemui, Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo SH mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk bersama-sama memerangi penyebaran informasi hoax yang marak di media sosial

"Banyak informasi hoax yang viral di media sosial kemudian memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik. Hal ini tentunya berpotensi mengganggu keamanan nasional," katanya.(A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama