Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ikuti Seleksi Sesko TNI, 27 Pamen Di Tes Kesehatannya


SEMARANG (wartamerdeka.info)  -  Sebanyak 27 orang Pamen berpangkat Kolonel dan Letkol dari satuan jajaran TNI AD yang berada di Wilayah Kodam IV/Diponegoro (Jateng dan DIY) menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Rumkit Bhakti Wira Tamtama Semarang, Kamis (17/1).

Seleksi kesehatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan seleksi Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) yang sudah dimulai dengan pengecekan administrasi pada akhir tahun 2018 lalu. Pada tes kesehatan kali ini, para peserta harus menjalani pemeriksaan kesehatan fisik mulai dari mata, THT, Gigi, bedah dan kesehatan dalam serta kesehatan jiwa.

Besok Jum’at (18/1), akan dilanjutkan dengan tes kesegaran jasmani di Lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro.


Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. yang juga sebagai peserta seleksi mengatakan, kesempatan untuk mengikuti pendidikan juga merupakan bagian dari kesejahteraan yang diberikan pimpinan kepada prajuritnya. Oleh karena itu kesempatan yang diberikan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui persiapan yang matang dan terukur.

"Seperti kita ketahui, bahwa pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan (skill) seseorang, agar mampu bersaing dalam menghadapi tantangan jaman yang berkembang begitu dinamis dan kompleks. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari lembaga pendidikan diharapkan akan meningkatkan kualitas dan skill sehingga dapat berfikir cerdas dan mampu mengambil keputusan untuk berbuat dan bertindak secara cepat, tepat dan benar," terangya.

Ditambahkan Kolonel Arh Zaenudin, seleksi ini dilaksanakan secara profesional, selektif dan transparan, sehingga para peserta harus benar-benar berkompetisi (kompetitif) dan diyakinkan bebas dari KKN. Hal tersebut selaras dengan program “Zona Intergritas Bebas Dari KKN” yang dicanangkan oleh pimpinan beberapa waktu lalu, pungkas Kapendam.(gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama