TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

LSM OPCI : Distribusi 36 Kendaraan DLHK Kab Tangerang Diduga Menyalahi Prosedur


TANGERANG (wartamerdeka.info) - Pendistribusian 36 unit kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang diduga menyalahi prosedur dan sarat pungli. Hal ini diungkapkan oleh Tim Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Opposition People Councile (LSM OPCI), yang memantau langsung proses pendistribusiannya.

Menurut pantauan tim OPCI yang investigasi langsung menjelaskan banyak hal yang mengindikasikan adanya penyimpangan, antara lain adanya informasi proses penyerahan kendaraan yang dilakukan diluar jam kerja (malam hari), dan ada beberapa kendaraan yang digunakan untuk kepentingan pihak swasta.

M Siban SH, MH, Ketua LSM OPCI mengatakan, pihak DLHK Kab. Tangerang tidak dapat memberikan informasi yang transparan soal dikemanakannya kendaraan kendaraan tersebut, dan ada beberapa kendaraan yang digunakan untuk kepentingan swasta. Pejabat pejabat terkait di UPT Kebersihan DLHK III, Kepala operasional DLHK, Bidang Kebersihan, staf UPT Perbengkelan tidak dapat memberikan penjelasan yang akurat soal ini.

“Tim LSM OPCI  mendapat informasi, dari6 34 mobil DLHK, ada 2 mobil yang diperuntukan di gedung Convention ICE, Sinar Mas Grup, dimana saat ini vendor atau perusahaan yang menangani sampahnya adalah perusahaan sewasta.  Apa hubungannya coba? Ini ada permainan  dan ada indikasi kolusi dan pungli, ” ujar Siban, hari ini (10/12/2019). (Fatah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama