Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Merti Deso Ringinsari Nanggap Wayang Dengan Ki Dalang Marsdya FH Bambang Sulistyo


YOGYAKARTA (wartamerdeka.info) - Merti Deso di Padukuhan Ringinsari, Maguwoharjo,  Kabupaten Sleman Yogyakarta, dimeriahkan dengan pergelaran Wayang Kulit semalam Suntuk, Sabtu (12/01/2019).

Pergelaran Wayang Kulit dalam rangka Merti Deso atau resik resik Dusun ini menampilkan Dalang seorang jenderal yang nota bene mantan Kepala Badan SAR (Basarnas).

Adalah Ki Dalang Marsdya TNI (Purn) Felicianus Henry Bambang Sulistyo, S.Sos yang dikenal sebagai Dalang Tiban alias Dalang tanpa bayaran membawakan lakon Wahyu Purbaningrat. Sedang 8 pesinden, satu diantaranya pesinden dari asal Jepang, Hiromi Kano.

Ki Dalang Marsdya TNI (Purn) Felicianus Henry Bambang Sulistyo, S.Sos (kanan)
Menurut Ki Dalang Bambang, ia dengan senang hati mendapat kehormatan untuk tampil menghibur warga RW 49 Ringinsari, Maguwoharjo Jogja, kendati tanpa bayaran.

Bahkan, Bambang mengajak warga setempat khususnya dan generasi muda pada umumnya untuk ikut nguri uri guna melestarikan budaya yang Adiluhung peninggalan para leluhur.

Ia, Sang Dalang Bambang, siap kapan saja ditanggap untuk tampil ngedalang dimana saja demi melestarikan wayang kulit. Sebab, kesenian wayang kulit ini sudah merambah ke seantero dunia.

"Orang mancanegara banyak yang belajar jadi dalang dan pesinden. Mosok kita yang memiliki budaya ini kalah dan mau melupakan. ini kan ironis. ayo kawula mudo kito lestarikan wayang kulit," ajak Bambang saat berbincang dengan media ini, Sabtu (12/01/2019).

Bagi Bambang, ngedalang merupakan kegemarannya sejak usia muda. Kini untuk menyalurkan hobinya selain punya hobi Kuda yang juga sering menyabet juara kontes Kuda, memiliki seperangkat wayang kulit lengkap dengan gamelan serta sound system.

Hadir dalam pergelaran wayang kulit semalam suntuk ini yakni utusan dari Kecamatan Depok, Polsek Depok Timur, perangkat Desa Maguwoharjo, yokoh masyarakat, warga Padukuhan Ringinsari, Kradenan, Ngawen, Tobong, Nanggulan, Karang Ploso dan Sambilegi. (mas tete)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama