// Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. // Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Beritanya..

Hossein: Pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan


Hossein Kanani Moghaddam, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, mengatakan kepada NHK pada hari Jumat bahwa dirinya skeptis terhadap pernyataan Trump yang meminta waktu untuk menyelesaikan pengerahan pasukan AS di kawasan itu, guna merebut pulau-pulau di Teluk Persia. Dirinya menekankan pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan.

Lanjut...

Panglima TNI : Pondok Pesantren Tempat Berkumpulnya Intelektual Kebangsaan


CIREBON (wartamerdeka.info) -  Secara formal Pondok Pesantren merupakan tempat para pemuda menempuh pendidikan dan menimba ilmu agama Islam. Namun secara kultural, Pondok Pesantren adalah tempat berkumpulnya gagasan-gagasan intelektual kebangsaan, tempat lahirnya komunitas yang mempersatukan budaya-budaya bangsa seiring sejalan dengan tuntunan ajaran agama, untuk saling menghormati dan menghargai keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam sambutannya dihadapan ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Buntet  Cirebon, Jawa Barat, Jumat (25/1/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, peran para Kyai dan santri sangat sentral dalam menjaga heterogenitas masyarakat Indonesia tetap dalam satu keranjang persatuan dan kesatuan bangsa. “Tentunya ini sebiduk seperahu dengan TNI dalam berjuang menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai macam ancaman,” katanya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak kepada seluruh santri dan ulama untuk bersama-sama membangun NKRI, salah satunya dengan merawat warisan sangat berharga yang ditinggalkan oleh para pahlawan dan pendahulu bangsa yaitu persatuan dan kesatuan.

“Keutuhan bangsa kita jangan sampai dikoyak-koyak oleh fitnah, hoax, ujaran kebencian atau emosi sesaat. Kita bertanggungjawab untuk mewariskan negeri yang makmur kepada anak cucu kita, bukan negeri yang terkoyak oleh perseteruan sesama anak bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa silaturahmi yang erat sangat penting dalam membangun kedekatan dan kemanunggalan antara TNI dan seluruh  komponen bangsa.  “Saya merasa sangat senang dan bangga dapat bersilaturahmi dengan para ulama, para santri, dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren ini,” ungkapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki sumber daya alam yang sangat kaya raya dan melimpah. “Kita harus selalu bersyukur kepada  Allah SWT yang telah memberi karunia yang sangat besar kepada bangsa Indonesia,” ucapnya.

“Dari dasar laut sampai puncak gunung, di kedalaman laut dan kedalaman bumi, hutan dan sungai, tanah air kita sangat menakjubkan. Allah SWT telah memilih kita sebagai pengelola kekayaan itu dan amanah itu harus kita junjung tinggi,” terangnya.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa untuk dapat mengelola kekayaan alam Indonesia  dengan baik, bangsa ini harus menjadi bangsa yang kuat dan bangsa yang berdaya saing tinggi.  Menurutnya, untuk menjadi kuat kita harus bersatu dalam keberagaman, karena ke-bhinnekatunggalika-an adalah juga anugerah dari Sang Maha Pencipta. 

“Perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi halangan untuk memperkuat persaudaraan, karena perbedaan itu justru harus saling melengkapi dan saling memperkuat,” katanya.

“Semoga dengan doa kita semua dan persatuan seluruh anak bangsa, Allah SWT meridhoi setiap upaya kita dalam mewujudkan cita-cita bersama, menjadikan bangsa dan negara Indonesia yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, baldatun thayyibatun warabbunghafur,” tutupnya.(Sumber : Puspen TNI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama