TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tanggul Sungai Jebol, Rob Rendam Hektaran Bawang di Losari Brebes


BREBES (wartamerdeka.info)  – Rob kembali terjadi di puncak musim penghujan Januari-Februari 2019. Tanggul Sungai Bancang sepanjang 60 meter dan tinggi 2 meter di Dusun Soka Desa Randusari Kecamatan Losari, jebol. Berkubik-kubik air menggenangi pedukuhan khususnya areal persawahan warga, Jumat (4/1/2019).

Disampaikan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sutarno, pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019, wilayahnya diguyur hujan deras yang kemudian mengakibatkan Sungai Bancang, anak Sungai Cisanggarung, meluap akibat debit air kiriman dari hulu yang berlebih. Tanggul di salah satu titik dusun tersebut menjadi rapuh akibat terendam dan akhirnya jebol karena tak mempu menahan derasnya air.

Untuk sementara korban jiwa dilaporkan nihil, dan kerugian harta benda masih dalam tahap kalkulasi. Untuk persawahan penduduk setempat dan tetangganya di wilayah Kecamatan Tanjung, baik tanaman padi maupun bawang merah terendam dengan ketinggian bervareasi rataan 50 centimeter.


“Langkah-langkah yang diambil sementara, pihak kami sudah berkoordinasi dengan desa dan selanjutnya melaporkan kepada Komandan Kodim, BPBD dan Dinas PU Kabupaten Brebes guna penambalan tanggul dengan alat berat. Sedangkan untuk penggerakan warga dalam melaksanakan karya bhakti masih menunggu bantuan alat berat untuk mempercepat proses dan bronjong,” ungkap Sutarno.

Dilaporkan pada pukul 16.00 WIB, sungai sudah surut. Babinsa dan masyarakat sedang berupaya mengumpulkan karung guna membantu penambalan tanggul. (gus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama