TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kasi SIM Tangkal Hoax Pembuatan SIM Kolektif Yang Viral di Media Sosial

Kasi SIM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Fahri Siregar
JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Seksi Surat Izin Mengemudi (Kasi SIM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Fahri Siregar mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menangkal pesan bohong atau hoax terkait pembuatan SIM kolektif hingga razia Surat Tanda Nomor Kendaraan yang belakangan viral di pesan berantai di media sosial, aplikasi WhatsApp.

Pada pesan berantai tersebut menyebut pembuatan SIM kolektif dan razia STNK dilakukan di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan pegiat media sosial dan media massa.

"Langkah kami sudah mencounter berita hoax tersebut dan mensosialisasikan berita counternya ke sosial media dan media massa,” kata Fahri saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/2/2019).

Fahri mengingatkan masyarakat tak gampang percaya dengan kabar sumir. Pihaknya juga mengajak masyarakat membantu pencegahan penyebaran berita hoax.

"Setiap info seputar lalu lintas pasti sampai di kita (Ditlantas Polda Metro). Jika diluar kebijakan kami segera lakukan pencegahan agar masyarakat tidak terperdaya karenanya,” ujar Fahri.

Seperti diberitakan, informasi pembuatan SIM secara kolektif tanpa tes marak di media sosial. Kabar tersebut bahkan menyebutkan lokasi pembuatan SIM berlangsung di sejumlah titik di Kota Depok, Jawa Barat, kemudian di wilayah Jakarta.

Informasi yang beredar luas itu menyebutkan peserta hanya datang lalu foto dan tanpa tes. Bahkan informasi juga merinci titik-titiknya, padahal semua itu tidak benar. (Fer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama