Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Panglima TNI : Tingkatkan Profesionalitas dan Militansi Prajurit


SURABAYA (wartamerdeka.info) - Tingkatkan profesionalitas dan militansi prajurit dalam menjalankan tugas, sehingga tugas-tugas apapun yang dibebankan kepada kita (prajurit) dapat diselesaikan dengan tuntas dan sukses.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan sekitar 2.000 Prajurit Komando Armada II saat memimpin Apel Khusus di Markas Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Prajurit Koarmada II harus fokus baik secara individu maupun satuan dalam menjalankan tugas-tugas TNI.  “Dengan niat yang tulus ikhlas, kerja keras dan kerja cerdas, saya yakin masyarakat akan menilai positif kinerja TNI sesuai dengan hasil survei publik selama ini,” ucapnya.

“Antisipasi dan tingkatkan kesiapsiagaan pasukan serta alutsista untuk menjalankan tugas-tugas operasi dengan tempo yang cepat, dalam rangka menghadapi kontinjensi yang muncul secara tiba-tiba, termasuk antisipasi penanggulangan bencana,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI kembali menekankan bahwa dalam rangka menghadapi Pilpres dan Pilleg 2019, kepada seluruh prajurit untuk selalu mengedepankan netralitas TNI. Oleh karena itu, cermati setiap informasi dan jangan larut dalam provokasi-provokasi yang mencoba menyeret TNI dalam politik praktis.

“Hindari hasutan-hasutan melalui media sosial, jangan terpengaruh oleh upaya-upaya adu domba yang mengganggu soliditas TNI dan sinergi TNI-Polri,” katanya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa loyalitas prajurit adalah tegak lurus kepada pemimpin TNI di seluruh jajaran. “Tidak ada loyalitas yang mendua, jangan gadaikan loyalitas kepada pihak lain yang akan mengganggu soliditas TNI dan runtuhnya kepercayaan masyarakat kepada TNI,” tegasnya.

“Saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh prajurit atas dedikasi, loyalitas dan militansi dalam menjalankan tugas-tugasnya,” tutup Panglima TNI.(Puspen TNI)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama