Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Presiden Jokowi: Pemerintah Sekarang Punya Program Ekonomi Umat

Presiden Jokowi memenuhi permintaan selfi warga saat penyerahan 600 KUR, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2) sore. (Foto: AGUNG/Humas)

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info)
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, pemerintah sekarang ini punya program-program ekonomi umat, program ekonomi rakyat. Yang pertama, ada yang namanya Program Mekaar. Pinjamannya memang hanya sedikit, Rp2 juta, mengangsurnya baik menyicilnya baik jadi Rp4 juta, naik. Rp4 juta, bagus cicilannya, naik menjadi Rp8 juta.

“Ini yang kredit mikro untuk pedagang asongan, untuk yang jualan nasi uduk, untuk yang jualan bakso, bisa mengambil yang Program Mekaar,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Penyaluran 600 Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ketahanan Pangan dan Aksi Ekonomi Untuk Rakyat, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (27/2) sore.

Yang kedua, lanjut Presiden, juga ada program yang namanya UMi, UMi (Ultra Mikro). Ini lebih kecil lagi. Juga sama, bisa dipakai untuk usaha-usaha kecil-kecil yang di rumah, bisa mengambil ini. Kemudian kalau naik lebih banyak mengambilnya harus KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang bisa pinjamannya sampai Rp500 lima juta.

Kepala Negara mengingatkan, yang namanya meminjam itu harus bayar, harus menyicil, harus mengangsur, disiplin. Kalau disiplin, namanya baik, bisa tambah ke atas.

Untuk itu, Kepala Negara berpesan, agar masyarakat hati-hati menggunakan uang pinjamannya. Jangan sampai dapat Rp30 juta besoknya pergi ke dealer sepeda motor, pulang naik sepeda motor, gagah. Padahal sepeda motornya masih nyicil j juga KUR-nya juga nyicil juga ke bank.

“Enam bulan enggak bisa nyicil ke dealer enggak bisa mengangsur ke bank, sepeda motornya diambil dealer, KUR-nya juga diambil asetnya. Nah hati-hati, hati-hati,” tutur Kepala Negara.

Uang pinjaman itu, menurut Kepala Negara, harus semuanya dipakai untuk modal usaha. Semuanya harus dipakai untuk modal kerja kita. Jangan sampai dipakai yang lain. Kalau nanti usahanya sudah untung, mau beli baju silakan, mau beli kebaya silakan. Dari keuntungan, bukan dari uang pinjaman.

Bank Wakaf Mikro

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah jugamemiliki yang namanya Bank Wakaf Mikro, yang didirikan di pondok-pondok pesantren. Memang belum semuanya, tapi Bank Wakaf Mikro ini telah didirikan di 44 pondok pesantren.

“Satu pondok diberikan modal kurang lebih Rp8 miliar, tapi itu untuk pinjaman ibu-ibu di pondok maupun di lingkungan pondok pesantren,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, program sudah berjalan dua tahun dan akan dievuasi agar pondok-pondok yang lain juga bisa diberikan Bank Wakaf Mikro.

Selain itu, Presien menjelaskan, dalam rangka pembangunan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tahun ini juga akan dibangun seribu BLK (Balai Latihan Kerja) komunitas di pondok-pondok pesantren, agar santri-santri kita ini juga belajar keterampilan.

Diharapkan nantinya santri-santri kalau bekerja misalnya di bank syariah itu nantinya juga bisa naik kelasnya. Ada yang jadi manager bank syaria. “Ini yang akan kita mulai pada tahun ini, kita bangun kurang lebih seribu BLK Komunitas. Tahun depan rencana kita akan kita bangun 3.000 BLK Komunitas di pondok-pondok pesantren. Bukan hanya untuk santri tapi juga untuk lingkungan di sekitar pondok pesantren,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan, kita sekarang berhadapan dengan persaingan antarnegara, kompetisi antarnegara, sehingga keterampilan ini harus diperbaiki, di-upgrade, ditingkatkan. Caranya, dengan training-training, dengan pelatihan-pelatihan sehingga nanti yang berkaitan dengan pengolahan pertanian, yang berkaitan dengan peternakan, yang berkaitan dengan industri kreatif, industri fashion, semuanya kita bisa memasuki pasar-pasar, bukan hanya pasar dalam negeri tapi juga pasar luar.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.(A)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...