Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gempa Bumi Tektonik 5,1 SR Guncang Timor Tengah Utara


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Wilayah Laut Sawu diguncang gempa bumi tektonik, hari ini Jumat, 22 Maret 2019, pukul 10.16.36 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan 5,1 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,97 LS dan 124,09 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 67 km arah Barat Laut Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 109 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Sawu ini, dipicu oleh mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Atambua dan Kupang II MMI. Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 10.52 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
(Fatah)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama