Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolrestabes Medan Pimpin Giat FGD Dengan Pengurus Badan Kenaziran Masjid


MEDAN (wartamerdeka.info) - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi memimpin kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan para Pengurus Badan Kenaziran Masjid yang dilaksanakan di Aula Bag Ops Polrestabes Medan, Jl. H.M Said No 1 Medan, Selasa (26/03/2019).

Kegiatan FGD ini bertema Peran serta Badan Kenaziran Masjid (BKM) dalam menciptakan situasi yang kondusif menjelang Pemilu 2019.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH, SIK, MSi mengatakan, kegiatan FGD
dengan para pengurus Badan Kenaziran Masjid ini terkait dengan kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi pemilu tahun 2019.

Pemilu ini adalah salah satu kegiatan sebagai implementasi dari pesta demokrasi karena negara kita adalah negara demokrasi.

"Kita tahu bahwa di dalam negara demokrasi ini perbedaan merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu dengan perbedaan diharapkan akan tumbuh pilihan-pilihan sehingga di dalam kehidupannya pilihan tersebut adalah pilihan yang terbaik," ungkapnya.

Di dalam negara demokrasi yang menentukan ini adalah rakyat. Kedaulatan ada di tangan rakyat. semua aspirasi rakyat yang akhirnya terwujud nanti dalam pemilu akan memilih pimpinan nasional yaitu presiden dan wakil presiden serta legislatif.

Jika kita tidak melakukan upaya-upaya pengelolaan dengan baik maka yang didalamnya ada perbedaan ini dapat memecah-belah. Kita rasakan dari setiap tahapan bersyukur bahwa demokrasi telah menimbulkan kedewasaan dari beberapa pemilihan langsung.

Hingga saat ini negara kita masih bisa berjalan dengan lancar namun dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Belum lagi adanya media sosial yang sangat luar biasa perannya di dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini sangat perlu peran kita semua,seluruh warga masyarakat.Kita berkumpul berdiskusi untuk mendorong secara maksimal agar masjid ini mampu berperan untuk menyatukan umat. Terutama umat muslim. Ini kita lakukan juga akan berimbas kepada umat-umat lainnya.Mari kita menjadi tauladan menjadi contoh umat-umat lainnya.Mari menjadi rahmatan lil alamin.

"Diharapkan masjid menjadi penyejuk,pendingin dan pemersatu. Kalau kita tidak menjaga perbedaan dan tidak dikelola dengan baik maka negara ini akan pecah. Proses pecahnya itu tidak langsung pecah namun melalui adanya konflik dan benturan," katanya.

Hari ini waktunya kita mempersiapkan bahwa kehidupan masyarakat bangsa dan negara ini adalah untuk kepentingan generasi penerus.

"Apapun perbedaan pilihan kita, tapi kita  satu tujuan, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan ini agar tidak terpecah belah," tuturnya.(Ones)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama