Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Serikat Pekerja Mitra Ogan Adukan Nasib Mereka Kepada Bupati OKU


OKU (wartamerdeka.info) - Ribuan karyawan Mitra Ogan melakukan orasi dan aksi damai untuk mengadukan nasib mereka ke depannya. Aksi damai ini berlangsung di halaman kantor Bupati OKU, Selasa (25/03/2019).

Aksi karyawan ini didampingi dua perwakilan organisasi buruh SPMO dan SPSI. 

Seperti diketahui, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit itu sekarang dalam keadaan tidak kondusif lagi, dan karyawan akan dirumahkan. Pohon-pohon sawit sudah tua, yang seharusnya sudah dilakukan  peremajaan.

"Semestinya dua tahun lalu tiga abdeling yang sudah ada peremajaan,"  jelas seorang karyawan Rosihan.

Sementara itu Romzoni selaku Dewan Penasehat Mitra Ogan dalam orasinya, menyatakan, mereka bukan untuk merobohkan PT Mitra Ogan tapi mereja sayang dengan Mitra Ogan.

"Tolong kami dan selamatkan nasib kamil. Seama ini kami membayar pajak, tapi sekarang kami susah untuk membayar pajak. Dari pada kami membayar pajak terlebih dahulu, lebih baik kami untuk kebutuhan makan dan anak Istri kami,”ungkap Romzoni.

Massa buruh itu dipersilakan masuk ke ruangan dalam kantor Bupati yang diwakilkan 10 orang  dan disambut langsung oleh Asisten dua Kab OKU Suarmasto serta Kabag Otda KerSa. Prayitno Darmadi dan staf lainnya, mewakili Bupati Kab OKU Drs H Kuryana Azis yang lagi dinas luar.

Ketika diwawancari awak media, Prayitno Darmadi  Kabag Otda Kersa,  menyampaikan, mereka hanya meminta difasilitasi oleh Bupati. Sebenarnya walaupun serikat pekerja tidak berdemo, Bupati, Asisten I dan Kabag Hukum sudah ada di Jakarta guna membahas permasalahan Mitra Ogan ini.

"Artinya pemerintah peduli atas dampak permasalahan Mitra Ogan ini," pungkasnya. (maret)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama